SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Satu dari empat maling spesialis barang elektronik ditembak polisi, setelah mencoba melawan saat ditangkap jajaran Polres Bojonegoro.
Pencuri tertembak kaki kanannya itu adalah, Deny Adi Putra (22), asal Dusun Grogol, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberjo, Bojonegoro. Polisi meletupkan pistol setelah residivis ini mencoba melawan saat akan dibekuk.
Sedangkan tiga pencuri lain yang kini juga ditahan di Mapolres Bojonegoro masing-masing, Hendri Cahya (22), warga Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya; Totok (28), asal Desa Soko, Kecamatan Soko, Tuban; dan Aris Budianto (24), asal Desa Kalirejo, Kecamatan Kota Bojonegoro.
Waka Polres Bojonegoro, Kompol Ikhwanudin, mengungkapkan, keempat pelaku menjalankan aksinya di beberapa tempat kejadian perkara (TKP). Modusnya dengan cara mengamen, saat pemilik rumah tidak ada pelaku kemudian masuk, dan mengambil barang-barang berharga di rumah korban.
“Barang-barang elektronik yang diambil para pelaku seperti laptop, handphone dan komputer. Modus pelaku pura-pura mengamen, saat rumah kosong pelaku masuk dan membawa barang-barang korban,” ujar Ikhwanudin saat jumpa pers di Mapolres Bojonegoro, Rabu (25/2/2015).
Dia katakan, Hendri melakukan pencurian di empat TKP yang berbeda. Dalam aksi kriminalnya dia dibantu oleh Totok.
Sedangkan Aris Budianto, dan Deny Adi Putra alias Jipang, saat beraksi di SDN II Sumuragung, Kecamatan Sumberejo berhasil membawa kabur CPU komputer, monitor, kyboard, dan stavol.
“Deny Adi Putra merupakan seorang residivis, saat hendak ditangkap dia melawan sehingga petugas melepaskan tembakan ke kaki kanannya,” ujarnya.
Pelaku lain dengan inisial RD (22) asal Desa Jantur, Kecamatan Kota Bojonegoro yang merupakan teman Hendrik, saat ini dalam pengejaran polisi. Dia masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Bojonegoro. RD menjalankan aksinya bersama Hendrik dengan berpura-pura mengamen. (rien)