SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa Ngampel. Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapatkan alokasi dana desa (ADD) senilai Rp 1,2 miliar baik dari pusat, daerah, maupun pendapatan asli desa.
Kepala Desa Ngampel Pujianto, menyampaikan, total penerimaan baik ADD, Dana Desa, dan pendapatan asli desa mencapai Rp 1.271.929.000 atau Rp 1,2 Miliar. Besaran anggaran tersebut telah dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2015.
Sementara jumlah pendapatan asli desa terbesar, lanjut Pujianto, berasal dari sewa tanah kas desa (TKD) dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator migas Blok Cepu, sejumlah Rp15 juta dan operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – PteroChina East Java (JOB P-PEJ) sejumlah Rp 17 juta.
Kakek satu cucu ini mengungkapkan, sebagai desa ring 1 Lapangan Sukowati, Blok Tuban, pemasukan Desa Ngmpel jauh lebih besar daripada desa lain dikarenakan besaran Alokasi Dana Desa (ADD) disesuaikan peraturan yang telah disahkan oleh Bupati Suyoto.
“Untuk ADD tahun ini, kami mendapatkan Rp884.913.000, tapi pencairannya melalui dua tahap,†ujarnya kepada Suarabanyuurip. Rabu (25/2/2015).
Pujianto mengatakan, dana desa dari pusat yang jumlahnya mencapai Rp 1,2 miliar lebih sesuai undang-undang No 6 Tahun 2014 tentang desa, nampaknya belum bisa teralisasi sepenuhnya.
“Dana desa yang diterima dari pusat hanya sebesar Rp 93.556.100,†imbuhnya.
“Bagi masyarakat atau siapapun yang ingin mengetahui APBDes silahkan menemui staf di balai desa, karena kami transparan dalam membuat administrasinya,†tegas Kades yang menjabat selama dua periode ini.(rien)