SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah mengundang kekhawatiran para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pasalnya, sebagian besar bahan baku utama produksi mereka didatangkan dari luar negeri (impor).
Sehingga dengan naiknya nilai tukar dolar itu menjadikan bahan baku juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Hal itu dapat mengancam para pelaku usaha kecil gulung tikar.
Dampak dari menguatnya nilai tukar dolar tersebut dirasakan oleh Nyaman (45), salah satu pelaku usaha konveksi Dukuh Ngolobener, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon. Menurutnya, bahan baku utama berupa kain dan benang terus menanjak seiring dengan mengutnya nilai tukar dolar terhadap rupiah.
Meskipun tidak semua bahan baku mengalami kenaikan, lanjut Nyaman, namun sebagian besar bahan baku naik kisaran 15 sampai 20 persen. Dirinya memprediksi, harga bahan baku akan terus menanjak jika rupiah terus melemah dan dolar terus mengalami kenaikan.
“Ini tentunya akan membuat kami kesulitan untuk memajukan usaha. Sebab selain harga bahan yang semakin naik, maka upah pekerja juga akan naik,†katanya.
Untuk mengantisipasi kerugaian, pihaknya mensiasati dengan menaikkan harga dari barang yang diproduksi. “Ya mau gak mau harus ikut naik juga, kalau ndak dinaikkan nanti rugi dan tak bisa jalan sirkulasinya,†tambah Nyaman.
Hal yang sama juga dirasakan oleh pemilik Yanto Konveksi di Desa Bogorejo Kecamatan Bogorejo. “Harga kain tekstil kemarin saya beli kenaikannya mencapai Rp2.000/Kg, sedangkan benang yang awalnya Rp7.500/biji sekarang naiknya sampai Rp12.000/biji,†sambung Yanto, menjelaskan.
Dia menuturkan, kondisi itu membuatnya resah. Sebab bila harga naik secara terus menerus tidak menutup kemungkinan usaha yang digelutinya bisa gulung tikar. “Karena antara pemasukan dan pengeluaran banyak pengeluarannya,†keluhnya.
Menurut Yanto, dengan kenaikan yang terjadi beberapa minggu terakhir membuat para pelanggan enggan untuk memesan dan memilih untuk membeli pakaian dalam bentuk jadi yang harganya relatif lebih murah.(ams)