Stabilkan Harga Beras, Bulog Akan Operasi Pasar

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro -Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, segera menggelar operasi pasar bersama Bulog Sub Divre III untuk menekan kenaikan harga beras di pasaran sekarang ini.

Kepala Seksi Usaha dan Sarana Disperindag Kabupaten Bojonegoro, Didik Hari, mengungkapkan, harga beras di pasar sekarang ini mengalami kenaikan dari semula Rp7800 per kilogram menjadi sebesar Rp9000 per kilogram.

“Dari harga Rp 9000/Kg itu sebenarnya masih bisa ditawar,” ujar Didik kepada suarabanyuurip.com, Rabu (25/2/2015)

Dia menyampaikan, kenaikan harga beras yang terjadi di Bojonegoro meskipun tahun ini mengalami surplus di duga akibat terbatasnya pasokan di tingkat pedagang. Hal ini dikarenakan, banyak pengusaha beras maupun petani yang menjual ke luar Bojonegoro dengan harga tinggi.

Selain itu, lanjut Didik, faktor lainnya bisa jadi dikarenakan adanya kabar akan dinaikkannya Harga Pokok Pemerintah (HPP) sehingga penjualan beras ditahan dulu untuk mendapatkan untung. “Tapi semoga saja tidak ya, kasihan masyarakat kalau harga beras naik begini,” imbuhnya.

Baca Juga :   Puncak Kekeringan di Bojonegoro Diperkirakan Agustus hingga Oktober

Sementara itu, Wakil Kepala Bulog Sub Divre III Bojonegoro,  Omar Syarif, menyatakan, akan segera melakukan operasi pasar begitu perintah resmi diturunkan agar tidak menyalahi aturan.

“Kami sedang menunggu perintah resmi, apakah itu dari Pemkab atau Pusat. Karena harga beras memang terjadi kenaikan,” sambung Oemar.

Ia menegaskan, Bulog siap menggelar operasi pasar sampai harga di masyarakat kembali stabil yakni bekisar Rp 7800/Kg. Karena stok di gudang Bulog untuk tahun ini mencapai 16.000 Ton. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *