SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Puncak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diperkirakan terjadi Agustus mendatang. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, telah menyiapkan 902 tangki air bersih untuk antisipasi kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, Bojonegoro akan memasuki musim kemarau pada Juni mendatang. Karena itu, BPBD telah menyiapkan 4.000 liter untuk tiap desa mengajukan dropping air bersih.
“Untuk saat ini masih musim kemarau basah. Sehingga, belum ada desa-desa yang mengajukan dropping air bersih,” katanya, Senin (17/5/2021) ditemui di kantor.
Dia mengungkapkan, telah menyiapkan 902 tangki untuk antisipasi kekeringan. Jumlah itu, menurun dibandingkan 2020 lali yakni sebanyak 1.000 tangki air bersih.
“Per tangkinya berisi 4.000 liter air bersih untuk satu kali dropping air bersih ke desa terdampak bencana kekeringan. Biasanya Juni sudah ada desa mengajukan dropping air bersih dan Agustus puncaknya,” ungkapnya.
Dia mengatakan, puncak kekeringan di Bojonegoro diperkirakan akan terjadi Agustus hingga Oktober mendatang. Sehingga, untuk mengantisipasi hal itu BPBD telah menyiapkan air bersih bagi desa terdampak kekeringan.
“Rata-rata di setiap kecamatan di Bojonegoro terjadi kekeringan. Ada sebanyak 22 kecamatan 79 desa yang telah dipetakan,” katanya.(jk)