SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Warga Kelurahan Karangboyo Keacamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dibantu Koramil dan Satuan Tanggap Bencana (Satgana) PMI Cepu, melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing rerutuhan rumah pasangan suami istri Markhaban (80), dan Supinah (66), yang terbakar kemarin.
Komandan Satgana PMI Cepu, Anton Moedjiono, mengungkapkan, dirinya bersama tim PMI dan Koramil Cepu mulai melakukan pembersihan bekas kebakaran sejak pukul 08.00 WIB pagi higga siang hari. Puing-puing yang masih berserakan dibersihkan dengan menggunakan sekop dan cangkul.
Menurutnya, bakti sosial tersebut bertujuan untuk meringankan korban kebakaran. “Setidaknya kami bisa meringankan beban korban yang masih syok dengan musibah yang menimpanya,†katanya.
Kepala kelurahan Cepu, Eny Rahmawati, mengungkapkan, bahwa bantuan dari beberapa pihak telah diterima oleh korban. Baik berupa uang, logistik, maupun material sementara seperti asbes untuk atap tempat berteduh.
Eny mengungkapkan, rumah warganya tersebut akan dibangunkan kembali dari iuran para warga. “Kami berencana menggalang bantuan dari para warga untuk membantu meringankan beban korban. Dan pembanngunan tersebut akan dilakukan secara swadaya,†ujar Eny.
Untuk diketahui, Kebakaran hebat terjadi pada (25/2/2015) dini hari pukul 12.00 di RT. 01/02 Desa Karangboyo, Kecamatan Cepu. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari bagian tengah rumah.
“Pertama kali dengar meteran listrik mbeleduk lalu mati,†tutur Supinah.
Menyadari listrik padam, korban yang saat itu sedang tidur pun terbangun. Dia segera melihat ruang tengah. Setelah membuka pintu, dirinya kaget karena api sudah mulai membesar.
Kanit Serse Polsek Cepu, Ipda Wismo mengungkapkan, api berasal dari salah satu kamar korban yakni ruang tengah. Saat kebakaran, korban bersama suami berada di kamar depan. Sehingga tidak terkena luapan api.
Warga, lanjut Wismo, berusaha memadamkan dengan peralatan sederhana. Namun api masih sulit dikendalikan hingga lima mobil pemadam kebakaran di datang. Baik dari Pertamina, Pusdiklat Migas dan Pemkab.
“Perkiraan sementara kerugian sekitar Rp50 juta. mengingat hampir semua barang berharga yang ada di dalam ruangan tersebut ludes,” pungkas Wismo.(ams)