SuaraBanyuurip.com – Athok Mch Nr Rozaqy
Bojonegoro- Kontraktor lokal sekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu mengusulkan agar pihak ExxonMobil (EMCL) maupun kontraktor engineering, procurement and constructions (EPC) memberikan pelatihan administrasi terkait tata cara penagihan atau invoice kepada sejumlah kontraktor lokal.
“Saya kira itu kendala yang sebagian besar dialami kontraktor lokal,” kata Seno, salah satu kotraktor lokal kepada Suarabanyuurip.com Jum’at (27/2/2015).
Dia mengatakan seharusnya kontraktor lokal diberikan pelatihan atau pemahaman mengenai persoalan di dalam invoice. Sebab, menurut dia, sebagian besar kontraktor seperti dipersulit dalam administrasi.
“Saat kita menagih katanya harus menunggu persetujuan dulu para direksi. Sementara katanya yang bersangkutan sudah pindah tugas,” ujar Seno menceritakan pengalamannya.
Ironisnya, persoalan tersebut seperti menjadi fenomena dikalangan kontraktor lokal. Menurut Seno, baik EMCL maupun kontraktor EPC terkesan tutup mata. Sedangan lambatnya tagihan invoice ada yang berlangsung berbulan – bulan.
“Seharusnya kita dibantu,” imbuhnya.
Mahmudi, kontraktor lokal lainnya mengatakan, pada prinsipnya masih banyak persoalan yang berkaitan dengan penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23 Tahun 2011 tentang Konten Lokal.
“Mungkin dikira masyarakat sini sudah makmur, tapi masih banyak masalah,” ucapnya.
Sesuai catatan suarabanyuurip, pelatihan manajemen maupun administrasi bagi kontraktor lokal telah sering diberikan oleh EMCL maupun kontraktor EPC seperti Tripatra – Samsung. Seperti pelatihan manajemen yang dilaksanakan di Kantor EMCL di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, beberapa waktu lalu, maupun di ruang Angling Dharma Lantai II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.(roz)