Diterjang Arus Sungai Pekarangan Warga Longsor

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, akhir-kahir ini telah mengakibatkan lahan pekarangan milik salah satu warga Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, longsor akibat tergerus derasnya arus Sungai Gandong, Senin (02/03/2015) malam sekira jam 20.00 WIB.

Pekarangan yang porak-poranda tergerus derasnya aliran sungai gandong seluas sekira tiga meter tersebut adalah milik Lasriah (40) warga RT 05 desa setempat.

“Dua hari ini hujan sangat lebat sekali, sehinggaa membuat membuat air sungai gandong meluap, dan menggerus lahan pekarangan saya seluas sekitar tiga meter,” kata Lasriah kepada suarabanyuurip.com ketika ditemui di rumahnya, selasa (03/03/2015).

Lasriah mengaku, longsor ini sudah terjadi tiga kali. Sehingga mengakibatkan jarak rumahnya dengan Sungai Gandong yang sebelumnya jauh sekarang tinggal sekira tiga meter.

“Saya takut dan tidak bisa tidur setiap ada suara tanah yang longsor. Berulang kali saya harus lari keluar menumpang di rumah tetangga,” ungkap Lasriah.

Untuk menghidari amukan sungai gandung, Lasriah berniat memindahkan rumahnya ketempat lain yang jaraknya lebih jauh dari sungai. Hal itu menghindari rasa cemas manakala hujan lebat terjadi dan menggerus bibir sungai.

Baca Juga :   Bojonegoro Besuk Diprediksi Banjir Lagi

“Ya pingin sekali pindah Mas, namun belum punya biaya,” ucapnya.

Lasriah mengaku telah melaporkan peristiwa itu ke perangkat Desa Sedahkidul. Dia berharap agar pemerintah desa melaporkannya kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro maupun dermawan agar dapat memberikan bantuan.

“Saya hidup sendirian di rumah tidak punya anak. Sedangkan, suami saya Wiji sedang kerja di Sulawesi Selatan belum pulang,” imbuh Lasriah.

Kepala Desa (Kades) Sedahkidul, M. Choirul Huda, membenarkan jika telah menerima laporan tentang adanya lahan milik warganya yang longsor akibat digerus derasnya Sungai Gandong.

“Selain penangan dari Pemerintah Desa Sedahkidul, kami juga akan berupaya mengajukan ke Pemkab Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan menyerahkan kelengkapan bukti-bukti berupa foto. Agar kejadian ini segera mendapatkan perhatian secepatnya,” tegas M. Choirul Huda terpisah.

Pantauan di lokasi menyebut, selain menggerus lahan pekarangan milik Lasrihah,  longsor juga mengancam Sutet. Karena jarak antara tower sutet PLN dengan Sungai Gandong tinggal sekira sepuluh meter.(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *