SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Mayat bayi ditemukan mengapung di sungai yang memisahkan antara Desa Ringinrejo-Kalipang, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (4/03/2015) pagi.
Bayi yang diduga berusia sekitar dua bulan itu kondisinya sudah tidak bisa dikenali. Kulit wajah, tangan, kaki dan seluruh badannya sudah mengelupas. Diduga bayi tersebut sudah mengapung selama tiga hari lebih.
Kapolsek Kalitidu, AKP Dumas Barutu, mengatakan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu kali pertama ditemukan oleh saksi Jumaji, Warga Desa Ringinrejo, Bojonegoro, sekitar pukul 07.00 WIB.
“Saksi mengetahui pertama kali karena mencium bau busuk,” ujarnya saat di ruang Jenazah RSUD Bojonegoro.
Jasad bayi tersebut diketahui mengapung di tepian sungai. Penemuan mayat bayi tersebut membuat warga sekitar penasaran dan berbondong ingin melihatnya.
“Tapi langsung kita evakuasi agar tidak menimbulkan keramaian,” jelasnya.
Saat ini lokasi ditemukannya jasad bayi yang mengapung di sungai itu dipasang police line (garis polisi). Sementara petugas masih melakukan penyelidikan dengan melakukan visum luar dan dalam jasad bayi.
“Kita minta tim identifikasi nelakukan visum luar dan dalam untuk proses penyelidikan,” ungkap Dumas.
Belum diketahui pasti bayi tersebut dibuang oleh siapa. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi kepada pihak desa setempat. Karena sungai tersebut merupakan melintang di jalur Bojonegoro – Cepu sehingga terjadi banyak kemungkinan.
“Bisa juga orang melintas kemudian langsung membuang bayi tersebut ke sungai. Tapi kita tidak bisa berandai-andai,” pungkas mantan Kapolsek Malo itu.(rien)