SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Â
Bojonegoro – Titik longsor di bantaran Kali Gandong Dusun Korgan, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari terus bertambah. Ini berdampak permukiman penduduk di sekitarnya ikut terancam.
Terlebih tadi malam hujan deras juga mengguyur kawasan Purwosawi dan sekitarnya. Sungai yang longsor kini sepanjang 450 meter dengan lebar 50 meter, kedalamannya sekitar 20 meter.
Marem, 68, warga setempat, mengaku khawatir dengan rumahnya yang hanya berjarak dua meter dari tebing sungai itu. “Ya jelas khawatir ikut longsor,”kata dia, Kamis (5/6/2015).
Warga lain, Purnomo, juga merasakan hal yang sama. Rumahnya hanya berjarak lima meter dengan tebing yang longsor itu. Di sepanjang tebing sungai yang longsor warga memasang tali rafia, agar anak-anak tidak mendekat ke lokasi tebing. Kondisi air Kali Gandong kini juga mengalir deras.
“Warga bergotong royong sebisanya menahan agar tebing sungai yang longsor tidak bertambah melebar,” ucap Purnomo.
Dia menuturkan, sebelumnya ratusan pohon bambu, puluhan pohon jati, serta pohon mangga yang berada di tepi sungai sudah terseret longsor.
Longsor bantaran Kali Gandong juga terjadi di kawasan Dusun Petak, Desa Beged, Kecamatan Gayam. Bantaran sungai longsor sepanjang 20 meter dengan lebar lima meter. Puluhan pohon jati yang ditanam warga ikut terseret longsor dan masuk ke sungai.
Tanah bantaran sungai Kali Gandong yang longsor di Dusun Petak itu milik Sareh, Sudiran, dan Marwan, warga setempat. Bantaran sungai yang longsor ini hanya berjarak sekitar 5-10 meter dari permukiman warga.
“Hampir setiap malam saya tidak bisa tidur karena takut saat mendengar suara longsoran tanah yang tercebur ke sungai, saya berharap segera ada tindakan dari pemerintah,” tutur Sareh.
Sebetulnya dia berkeinginan segera pindah ke lokasi lain yang lebih aman akan tetapi belum ada lahan pengganti dan biaya untuk memindahkannya.
Kali Gandong merupakan anak Sungai Bengawan Solo. Sungai ini mengalir dari daerah selatan Bojonegoro yakni Kecamatan Tambakrejo dan berakhir di Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Purwosari. Sungai sepanjang delapan kilometer ini sering meluap saat terjadi hujan deras selama beberapa jam di wilayah selatan Bojonegoro. (roz)