Bekas Limbah TPPI Jadi Danau Eksotik

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Cekungan danau terlihat indah di antara bentangan pasir putih di pantai Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pantulan sinar matahari yang berpendar mengundang ketakjuban setiap mata yang memandangnya.

Danau berair asin ini mempunyai panjang sekitar 300 meter dengan kedalaman diperkirakan mencapai 2 meter lebih. Tetapi siapa sangka, kalau danau ini ternyata bekas lintasan pembuangan limbah dari kilang minyak, PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI).

Pantai setempat sengaja dikeruk menyerupai aliran sungai ketika PT TPPI masih beroperasi. Warga setempat menyebut sungai inilah yang dipergunakan perusahaan untuk membuang limbah kelaut lepas.

Potensi wisata baru ini memang berada tepat di belakang PT TPPI. Kilang minyak raksasa yang nasibnya berada di ujung tanduk. 

“Awalnya ini kaya sungai yang dibuat untuk buang limbah perusahaan ke laut,” kata Pakndek (60), salah satu nelayan yang juga warga Desa Remen.

Tetapi setelah TPPI dinyatakan pailit dan berhenti operasi, kerukan sungai ini tertimbun pasir yang tergerus air ombak. Setelah sekian lama, beberapa sisi sungai tertimbun pasir dan terbentuklah danau seperti yang sekarang ini.

Baca Juga :   Muhammadiyah Setuju "Samin Baitul Muttaqin" untuk Nama Masjid Wisata Religi Bojonegoro

“Kemudian ya jadi seperti ini,” kata nelayan ini melanjutkan.

Senada juga diungkapkan Lasiran (50), tukang parkir yang juga warga setempat. Dia mengatakan kalau kanan kiri wisata ini memang lahan dari TPPI.

“Dulu jalan masuk ini juga dipagar perusahaan, tetapi saat itu warga demo karena mau melaut tidak bisa sehingga dibuka kembali,” sambung Lasiran, menjelaskan.

Pantai yang mendadak terkenal lewat Media Sosial (Medsos) ini memang mempunyai pemandangan yang menarik. Bentangan pasir putih dilengkapi dengan danau menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih apabila anda mempunyai hobi fotografi.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *