SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyarakan kepada kontraktor pelaksana proyek engineering procurement and construction (EPC)-5 Banyuurip, Blok Cepu, PT Hutama Karya-Rekayasa Industri (HKk-Rekind) segera membenahi penampungan air (pon) lebih baik lagi. Agar penampungan itu tidak jebol lagi dan berdampak pada kerusakan lahan di sekitarnya.
Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Yuntik Rahayu, meminta PT HK-Rekind segera bertindak cepat untuk memperbaiki pembangunan penampungan air yang ada. Agar dampak jebolnya baik Pon -5, 6 dan Pon lainnya tidak kembali terjadi. Hal ini untuk menghindari dampak kerusakan lahan dan tanaman pertanian warga Mojodelik seperti beberapa waktu lalu.
“Ya kalau bangunannya anger to gitu ya tiap hujan deras pasti ambrol lagi, Mas. Karena itu, pembangunannya segera diperbaiki yang kuat kalau tidak ingin berurusan terus dengan petani penerima dampak,” kata Yuntik Rahayu kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (07/3/2015).
Selain membangun Pon yang baik, kata Yuntik, segera pula memperbaiki saluran air yang ada di sekitar lahan pertanian warga. Dengan begitu, maka air bisa mengalir dengan lancar, dan tidak meluber kemana-mana jika hujan turun dengan lebat.
“Sebenarnya saluran air ada yang sudah, tapi nggak fungsi. Karena penempatannya tidak sesuai jadi air tidak bisa keluar dengan lancar, dan ada juga yang belum ada saluran airnya,” jelas Kades ring satu proyek Banyuurip, Blok Cepu tersebut.
Ditambahkan, yang lebih baik lagi perusahaan baik kontraktor EPC-5 maupun operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) membangun saluran air permanen menuju Sungai Gandong. Karena bertujuan baik agar air tidak langsung ke lahan pertanian warga.
“Iya, bagusnya lagi dibuatkan saluran air permanen menuju ke Sungai Gandong biar ngak langsung ke tanah warga. Kalau panjang meteranya kurang tahu. Karena agak panjang juga kira-kira ya lebih dari satu kilo meter, Mas,” imbuh Yuntik.(sam)