SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Â Jalan menuju Ladang Minyak Tiung Biru (TBR), tepatnya di Dusun Glagah, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditanami kayu jati dengan diapit batu, dan diberi plastik warna putih, Minggu (08/3/2015). Sebiji kayu setinggi sekira 3 meter itu ditanam tepat di titik jalan ambles di dekat jembatan setempat yang belum lama ini diperbaiki.Â
Seorang warga Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Pranoto, mengatakan, penanaman sebatang kayu jati di jalan penghubung Kecamatan Purwosari – Tambakrejo, itu diketahui sejak pagi tadi. Jalan tersebut juga merupakan jalan utama menuju sumur minyak TBR yang terletak di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo.Â
“Mungkin sudah tadi malam, karena kemarin sore waktu saya melintas belum ada, dan pagi tadi saya hendak ke pasar Purwosari sudah berdiri sebatang kayu dengan diberi plastik warna putih di titik jalan yang ambles itu, Pak. Tetapi, siapa yang menanamnya saya tidak tahu,” kata Pranoto kepada suarabanyuurip.com, Minggu (8/3/2015).
Dia menjelaskan, dimungkinkan penanaman sebatang kayu dengan diapit batu, dan ranting kayu kering di jalan yang berstatus jalan pekerjaan umum (PU) itu sebagai bentuk protes warga dan tanda bahaya bagi pengguna jalan. Sebab, selain jalan berbelok juga aspal di badan jalan telah pecah.
“Maksudnya mungkin sebagai bentuk protes, dan tanda kalau di situ jalannya ambles dan aspalnya retak. Agar pengguna jalan yang melintas berhati-hati tidak celaka,” ujar Pranoto.
Ditambahkan, jalan yang ambles dekat jembatan setempat itu sudah pernah dilakukan perbaikan menjelang akir tahun 2014 silam. Dengan diurug pedel, kemudian diaspal. Namun, sekarang sudah kembali rusak.
Hanya saja, Pranoto mengaku tidak mengetauhi persis siapa yang membangunnya. Apakah dari PU atau Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset 4 pengelola sumur TBR.
“Di samping jalan sebelah kiri dari arah utara ada jurangnya, mungkin karena membangunnya kurang bagus, dan sering diterjang air membuat tanahnya longsor, dan akibatnya jalan ikut ambles,” imbuhnya menjelaskan.
“Semoga jalan yang ambles ini segera dibangun, dan siapapun yang membangun baik PU maupun operator TBR PEP Asset 4 tak menjadi soal. Karena tujuannya baik, agar transportasi lancar dan tidak rawan terjadi kecelakaan,” sambung Didik, pengguna jalan lain asal Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari saat sedang melintasi jalan tersebut. (sam)