SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku belum pernah mendapat laporan soal keterlibatan tenaga kerja lokal oleh Sub kontraktor ExxonMobil (EMCL) yang mengerjakan proyek di Lapangan Kedung Keris (KDK), Blok Cepu di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.
“Belum pernah ada laporan,” kata Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Wicaksono, dikonfirmasi terpisah Suarabanyuurop.com, Senin (9/3/2015).
Padahal, sebelumnya sudah pernah dilakukan pembahasan jika untuk jenis tenaga kerja unskill disepakati dikerjakan oleh warga lokal. Mereka akan diambilkan dari desa terdampak.
Field Public and Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, untuk masalah keterlibatan tenaga kerja lokal merupakan komitmen dari awal. Hanya saja untuk saat ini jumlah kebutuhan tenaga kerja belum banyak.
Selain itu yang lebih mengetahui kebutuhan tenaga kerja adalah sub kontraktor yang bersangkutan. Adapun jumlah sementara yang masuk adalah dari PT PMK yang bergerak dibidang suplai katering sebanyak 3 orang, dan PT CHAS yang menaungi kerja flagman sebanyak 10 orang.
“Saat ini kebutuhan tenaga kerja belum banyak dibutuhkan, nanti akan ada tahapan – tahapan pengerjaan lagi, saat ini masih proses rig move,”ujarnya dalam dialog yang dilakukan bersama warga di balai desa Sukoharjo hari ini.
Kendati demikian pihaknya tetap akan mengingatkan sub kontraktornya agar melibatkan warga lokal. (roz)