SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Selain keterlibatan tenaga kerja, aksi sweeping pekerja, dan pemblokiran akses menuju lokasi Lapangan Kedung Kerisd (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diduga kuat dipicu oleh sub kontraktor dari ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) yang mengakali warga dengan memasukkan pekerja secara sembunyi-sembunyi.
“Padahal sehari sebelumnya sudah kita pulangkan,” kata Kukuh, warga setempat, Senin (9/3/2015).
Namun sehari kemudian, para pekerja yang dipulangkan kembali bekerja dengan menumpang bus mini pekerja proyek. Pada saat itu warga melihat pekerja tersebut menunduk dan bersembunyi.
“Biasanya mereka kerja menggunakan motor tapi kemudian naik bus secara diam-diam,” ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, warga pun sepakat melakukan aksi sweeping dan memblokir jalan.
Kepala Dusun Sukoharjo, Widodo, menyampaikan jika benar apa yang dilihat warga memang terjadi, maka sama halnya tidak ada iktikad baik kontraktor untuk melibatkan warga lokal. Pihaknya meminta agar EMCL transparan, dan berkoordinasi lebih intensif dengan pemerintah desa, dan masyarakat. Selain itu, seharusnya pihak operator yang lebih proaktif. (roz)