SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Meski mempunyai tagline Bumi Wali, tetapi sektor wisata Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di bidang religi belum tergarap dengan serius. Padahal banyak makam penyiar agama Islam di wilayah setempat yang menjadi tujuan ziarah kaum muslim dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dan Kebudayaan di Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Sunaryo, mengatakan, kalau selama ini ada empat lokasi yang menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tuban.
“PAD di Tuban dari sektor wisata menyumbang 1 milyar lebih pada tahun 2014 kemarin,†jelas Sunaryo kepada suarabanyuurip.com, Selasa (10/3/2015).
Keempat lokasi wisata yang menyumbang PAD adalah Goa Akbar, Pemandian Bektiharjo, Museum Kambang Putih, dan juga wisata Pantai Boom. Apabila dilihat, sebagian besar wisata ini mengandalkan potensi dan keindahan alam.
Sunaryo mengatakan, kedepan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban akan menggarap sektor wisata religi dengan serius. Karena seperti diketahui bersama di Tuban banyak ditemukan makam wali, serta banyak lagi tempat bersejarah tanda persebaran agama islam.
“Tentu apabila wisata religi dimaksimalkan akan ikut menambah PAD Tuban,†tegas Sunaryo.
Diketahui, di Kabupaten Tuban memang sudah ada beberapa makam yang menjadi jujugan peziarah dari nusantara. Yang paling terkenal adalah makam Sunan Bonang yang berada di sisi barat Alun-alun Tuban, makam Sunan Bejagung Kidul dan makam Sunan Bejagung Lor yang berada di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding. Kemudian juga makam Ibrahim Asmoroqondi di Desa Gesikharjo Kecamatan Palang, yang tak lain adalah ayah dari Sunan Ampel.
Selain makam yang sudah terkenal ini, juga ada makam-makam lain yang juga menjadi tokoh penyiar agama Islam dimasanya. Tersebar di berbagai desa yang ada di Kabupaten Tuban.(edp)