SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Lagi-lagi tudingan penyerobotan lahan pribadi milik warga Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dialamatkan kepada Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Kali ini, tudingan datang dari Kepala Desa (Kades) Pucangan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Desa ini merupakan salah satu desa lintasan penanaman pipa darat 20 inci yang dipergunakan untuk mengalirkan minyak mentah dari Lapangan Banyuurip, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro menuju lepas pantai di Kabupaten Tuban.
Kades Pucangan, M Syaafii, kepada suarabanyuurip.com mengatakan, kalau lahan itu milik salah satu warganya yang bernama Isyanto. Lahan yang tidak terlalu luas ini dipergunakan Isyanto sebagai akses jalan pribadi menuju tanah miliknya.
“Lahan itu milik Isyanto yang memang dipergunakan untuk akses jalan pribadi, sampai sekarang ya belum selesai,†kata M Syafii menjelaskan, Senin (16/3/2015).
Syafii menjelaskan, kalau Isyanto menjual tanah sekira 1.000 meter persegi (M2). Tetapi tanah ini tidak dijual semuanya, melainkan disisakan sekira 1×72 m2 karena akan dipergunakan untuk akses jalan menuju tanahnya yang lain.
“Lha pipa ini menyebrang dan ditanam begitu saja di akses jalan ini,†kata Syafii.
Dia mengungkapkan, ketika pengukuran sekira 4 tahun yang lalu, Pemerintah Desa (Pemdes) sudah mengingatkan kalau lahan itu milik Isyanto. Tetapi dari kontraktor EMCL seolah tidak menanggapi hal tersebut.
“Dulu sejak pengukuran sudah saya ingatkan, baru 6 bulan terakhir ini ada perhatian setelah pemilik tanah protes,†kata Syafii.
Menurut Syafii, semestinya pemilik tanah mau menjual tanah ini sekira Rp30 juta pada 4 tahun lalu. Tetapi apabila baru mau dibeli sekarang, tentu pemilik tanah meminta harga yang berlipat karena kurun waktu yang cukup lama.
“Inilah yang menjadikan permasalahan tanah ini belum selesai. Karena  tidak ada kesepakatan harga antara pemilik lahan dengan perusahaan,” ujar dia.
Dikonfirmasi terkait masalah ini, Field Public and Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya belum memberikan konfirmasi. Berita ini ditulis empat jam setelah suarabanyuurip.com melayangkan pesan pendek untuk melakukan konfirmasi. Sementara panggilan melalui telepon juga tidak mendapatkan jawaban.(edp)