Sarankan Gaji untuk Buka Usaha

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur menyarankan, warga desa sekitar proyek yang terlibat menjadi tenaga kerja (Naker) proyek Banyuurip, Blok Cepu untuk benar-benar memanfaatkan hasil dari kerja untuk dibuat membuka usaha.

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya surplus tenaga kerja yang akan dilakukan kontraktor. Apalagi pekerjaan di proyek Engineering procurement and Construction (EPC) Banyuurip sudah mulai menurun.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gayam, Jaelani, mengatakan, tentu perlu diantisipasi dari dampak pengurangan yang telah dilakukan oleh kontraktor pelaksana EPC. Salah satunya dilakukan oleh PT Tripatra – Samsung kontraktor pelaksana proyek EPC-1.

“Jadi, warga harus bisa memanfaatkan hasilnya dari kerja. Salah satunya adalah dibuat untuk usaha. Seperti buka toko kecil-kecilan atau usaha lainnya,” kata Jaelani kepada Suarabanyuurip.com, Senin (16/03/2015).

Dia jelaskan, upaya untuk membuka usaha itu harus dilakukan. Agar, saat terkena pengurangan sudah ada yang dibuat, untuk mengembangkan hasil yang didapat dari bekerja di proyek.

“Kalau ada pengurangan itu wajar lah. Jika kondisi pengerjaan proyek sudah menipis. Karena itu, solusinya adalah hasil dari kerja diproyek dibuat untuk buka usaha tersebut, dan jangan dibuat hambur-hamburan,” jelasnya.

Baca Juga :   Nunggak Bayar, 1.050 Sambungan Jargas di Bojonegoro Dicabut

Ditambahkan, meski demikian dampak dari pengurangan naker proyek Banyuurip pasti akan dirasakan oleh warga desa sekitar.

“Ini jelas menjadi perhatian kita semua. Agar, bisa mencarikan solusi yang terbaik buat mereka. Sehingga, kedepan penambahan pengangguran juga bisa terantisipasi,” imbuhnya. (sam) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *