Bupati Lamongan Prihatin Warganya Dikaitkan ISIS

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Penangkapan 10 warga Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, oleh pihak keamanan Turki mengundang reaksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Sebab penangkapan mereka dikaitkan dengan gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Menurut Bupati Lamongan, Fadeli,  keterlibatan 10 warganya dengan ISIS masih perlu didalami lagi.  Karena sesuai karakteristik warga Lamongan selama ini dikenal nekat merantau untuk mencari nafkah. Seperti ke Kalimantan, Papua atau tempat lain dengan modal minim demi motif ekonomi.

Karena itu, Fadeli mengaku prihatin atas adanya isu tersebut. Dia menyebut telah menggandeng semua pihak untuk meluruskan paham jihad. Sebab apa yang dilakukan ISIS bertentangan dengan ajaran Islam karena dikenal dengan aliran garis keras agar meluruskan ajaran jihad yang benar.

“Kami berharap keberadaan mereka di sana bukan karena motif aliran seperti yang disebutkan selama ini. Jangan sampai keberadaan mereka di sana karena motif lain, “ ujarnya di Pendopo Lokatantra, Selasa (17/3/2015).

Fadeli menyebut akan membawa mereka kembali ke rumah dan menerima dengan tangan terbuka warganya tersebut jika memang di sana karena motif lain. Namun jika memang dipastikan terlibat, tentu itu sudah menjadi kewenangan pihak keamanan.

Baca Juga :   Pencuri Mulai Satroni Warga Sekitar J-TB

“Agar kejadian ini tidak terus berulang lagi, kami terus rapatkan barisan bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan Forpimda. Besok kami juga akan terlibat dalam operasi yustisi yang kami harapkan tidak sekedar hanya operasi KTP belaka, “ imbuh dia.

 Sebelumnya, hasil pendalaman yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) Lamongan terhadap Kepala Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Toha Mansur, disebutkan sekitar pertengahan Pebruari 2015, Ririn Andriani beserta tujuh orang anaknya meninggalkan rumahnya, berpamitan ke Banyuwangi.

Ririn Andriani sendiri menuju Banyuwangi diantar oleh Tiara, adik iparnya yang juga istri dari Muhammad Hidayah. Terduga teroris yang tertembak mati Di Tuluangagung. Namun kemudian muncul informasi Ririn beserta anggota keluarganya ditangkap kepolisian Turki.

Dikatakan oleh Toha Mansur, berkembang informasi di Kepala Desa Blimbing bahwa suami Ririn, yang telah lebih dahulu pergi meninggalkan rumah, diduga telah berada di Syiria.

Sedangkan ketujuh anak Ririn itu adalah Agha Rustam Rohmatullah, ALya Nur Islami, Qorin Munadiyatul Haq, Ikrimah Waliyurrohman, Jauza Firdausi Nuzula, Nayla Syahidah dan Abdurrahman Umarov.(tok)

Baca Juga :   Mulai 17 Juli, Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Vaksin Booster

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *