SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Adanya anggapan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akibat lahan gundul di wilayah perbukitan Kecamatan Grabagan dibenarkan Perhutani.
Administratur (Adm) Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Tuban, Riyanto, menyatakan, jika hutan yang ada di wilayah yang dimaksud banyak yang gundul dan rusak.
Menurut dia, rusaknya lahan hutan yang ada disana lebih disebabkan pada aktivitas penambangan batu kumbung secara liar. Serta adanya pertanian liar yang dilakukan masyarakat.
“Rusaknya karena wilayah itu banyak aktivitsa penambangan liar dan dibuka lahan pertanian liar yang juga dilakukan masyarakat,â€kata Riyanto kepada suarabanyuurip.com, Selasa (17/3/2015).
Dia mengaku, melarang warga untuk tidak melakukan dua aktivitas ini merupakan pekerjaan yang sulit bagi Perhutani. Karena diakui banyak masyarakat yang tidak mempunyai mata pencaharian lain, serta sepenuhnya menggantungkan hidup di pekerjaan ini.
“Tidak bisa begitu saja dihentikan, karena bagaimanapun juga itu mata pencaharian mereka,â€jelasnya.
Tidak hanya Perhutani, kata Riyanto, tetapi beberapa pihak lain harus ikut memikirkan solusi bagaimana aktivitas ini bisa dihentikan. Termasuk menyediakan pekerjaan alternatif kepada penambang dan petani supaya bisa tetap menyambung hidup.
“Kita berharap Pemerintah Kabupaten Tuban juga ikut mencari solusi, supaya aktivitas penambangan ilegal tidak berkelanjutan dan tidak merusak hutan,â€tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiyono, mengatakan, kalau beberapa wilayah diterjang banjir akibat kiriman air dari wilayah Kecamatan Grabagan. Salah satu penyebabnya adalah akibat banyaknya hutan gundul di wilayah tersebut.(edp)