SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Pengantin Adat Bekasri dengan baju adat khas Lamongan, Jawa Timur, dikenalkan kepada ratusan  wanita pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) di Pendapa Lokatantra, Selasa (17/3/2015).
Salah satu budayawan Lamongan, Eko Budi Sugiarto, mengatakan, Bekasri berasal dari kata “beg†yang berarti penuh dan “kasri†yang berarti indah yang jika digabung menjadi penuh keindahan.
Ditambahkannya, Pengantin Bekasri menggambarkan suasana kerajaan atau tumenggungan di Lamongan pada masa lalu. Dalam pakem Bekasri, kedua mahkota baik mempelai pria maupun wanita yang dihiasi oleh cunduk mentul atau kembang goyang yang seraya bergoyang saat berjalan menggambarkan kegembiraan diantaranya keduanya.
Kedua mempelai, lanjut dia, menggunakan sumping (mawar melok) dan untaian bunga melati, yang merupakan maskot Lamongan, berujungkan kembang kanthil.
“Maknanya, dalam mengarungi bahtera rumah tangga agar selalu berperilaku terpuji sehingga namanya harum di tengah masyarakat,†kata Eko Budi Sugiarto di sela-sela pelantikan kepengurusan DPC IWAPI Kabupaten Lamongan periode 2014-2019.
Selain itu, mempelai juga menggunakan badongan (kalung) bertahtakan permata bermotif lung-lungan (pohon gadung) selur yang banyak didapati sebagai hiasan makam atau gapura Sendang Dhuwur.
Kemudian warna dasar baju pengantin yang berwarna hijau menyimbolkan kemakmuran. Sedangkan hiasan warna kuning keemasan menyimbolkan kejayaan dan kewibawaan. “Pengantin Bakasri ini memang mengambil duduk dan dudah tradisi Kabupaten Lamongan,” ujarnya.(tok)