SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Bisnis rumah kos di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Penyebabnya, semakin banyaknya pendatang dari luar daerah yang mengikuti pelatihan dan pendidikan untuk mendapatkan sertifikasi dari Pusat pendidikan dan Pelatihan minyak dan gas bumi (Pusdiklat Migas) di wilayah setempat.
Dari pantauan, keberadaan rumah kos tersebut rata-rata penuh dengan penghuni. Selain itu, di beberapa lokasi juga tampak akan dibangun rumah kost baru.
Namun, pertumbuhan rumah kos tersebut belum diimbangi dengan kontribusi pendapatan kepada daerah. Terbukti, dari banyaknya rumah kost di wilayah tersebut hanya sekitar 10 rumah kost yang baru memberikan kontribusi terhadap daerah.
Kepada UTP Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah (DPPKAD) Blora, Wilayah Cepu, Arif Sustiyanto, mengaku jika keberadaan rumah kos menjadi salah satu potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajaknya.
“Potensi sebenarnya masih besar. Sesuai dengan Peratuaran daearah Nomor 5 tahun 2012 tentang pajak daerah, pajak yang bisa ditarik sebesar 10 % dari omset selama satu bulan,†ujar dia, menerangkan.
Ia mengaku, masih kesulitan dalam menarik pajak daerah dari sektor tersebut. Pasalnya, pengenaan pajak hanya berlaku pada rumah kos yang memiliki minimal 10 kamar. “Kalau di bawah itu, tidak bisa dikenakan pajak,†katanya.
Ditanya apakah jumlah rumah kos di Cepu sampai 100 rumah, Arif menegaskan, tidak sampai. Melainkan masih pada kisaran puluhan rumah kos. “Terdapat puluhan rumah kost di wilayah Cepu. Kebanyakan berada di bawah 10 kamar. Paling banyak 5 sampai 7 kamar,†katanya.
Sampai dengan saat ini rumah kos yang masuk dalam catatan UPT DPPKAD wilayah Cepu, baru terdapat 10 rumah kos. Dengan jumlah kamar mulai 11 sampai 20 kamar setiap rumah kos.
“Kisaran tarif per kamar mulai dari Rp. 150.000 sampai dengan Rp. 500.000,†katanya.
Perkembangan bisnis rumah kost di Cepu, menurut Arif, dipengaruhi banyaknya pendatang di Cepu dan tinggal dalam kurun waktu cukup lama. Disamping itu, ada beberapa tempat yang saat ini tengah dibangun rumah kos.
Selain pendatang yang datang untuk mengikuti sertifikasi sektor Migas, menurut arif, banyaknya anak sekolah dan mahasiswa dari luar kota untuk belajar di Cepu. Tingkat perkembangan dunia pendidikan di Cepu mejadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan bisnis rumah kos.
“Di Cepu juga banyak pelajar dan mahasiswa dari luar kota maupun luar jawa yang menuntut ilmu di Cepu,†kata dia.(ams)