SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Sumber Daya Alam (SDA) sektor Migas tampaknya bukan menjadi hal utama bagi Pemkab Blora, Jawa Tengah. Keberadaan sektor tersebut hanya dianggap pelengkap, karena lebih mengutamakan sektor pertanian.
Demikian pula dengan keberadaan Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) yang dikelola Pertamina EP Asset 4.
“Gas hanya sebagai pelengkap, utamanya adalah pertanian,†kata Bupati Blora, Djoko Nugroho, saat berada di lapangan Sumur KTB-A milik Pertamina di Desa Pulo, Kecamatan Kedungtuban, dalam acara tanam padi bersama, Kamis (19/3/2015).
Meski demikian, pihaknya tidak memungkiri harapan adanya Dana Bagi Hasil (DBH) dari proyek tersebut. Rencanaya diprioritaskan untuk mengembangkan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Kradenan dan Kecamatan Kedungtuban.
“DBH Migas dari PPGJ akan dikembalikan kepada petani di Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Kradenan,†katanya dihadapan audiens.
Untuk diketahui, PPGJ merupakan proyek pengembanan lapangan gas di wilayah Blok Gundih. Blok ini berasal dari struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi di Wilayah Kabupaten Blora.
Blok Gundih diproyeksikan memproduksi gas sebesar 50 mmscfd yang disalurkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Tambak lorok Semarang, Jawa Tengah. Proyek tersebut ditargetkan berproduksi pada tahun 2013 lalu. (ams)