SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, mengaku prihatin terkait banyaknya temuan ikan laut berformalin di pasar kota setempat. Hal itu diungkapan Suyoto setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melakukan uji sample pada sejumlah ikan laut di pasaran dan dinyatakan positif berformalin.
“Benar, saya minta ke Dinkes untuk melakukan uji lab. Setelah diketahui hasilnya positif berformalin tentu kami sangat prihatin,” ujar Suyoto.
Ketua DPW PAN Jatim itu berharap, Dinkes segera meningkatkan edukasi publik dan pedagang, agar menjual ikan laut dengan baik dan layak komsumsi. Mengingat ikan yang mengandung zat formalin jika dikonsumsi dapat menimbulkan penyakit.
“Saya harap masyarakat agar hati-hati dalam mengkonsumsi ikan. carilah ikan yang bersih  dan menyehatkan,” sarannya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinkes Bojonegoro, Mohamad Sholeh, mengatakan, untuk mengenali ikan laut yang berformalin di antaranya, lalat tidak mau mendekat, ikannya kaku, berwarna putih dan ketika diiberikan kucing maka kucingnya tidak mau memakannya.
“Itu salah satu cara awal untuk mengetahui ikan laut yang berformalin,” katanya.
Sementara itu, ikan laut yang mengandung formalin yang ditemukan Dinkes kemarin di antaranya ikan Cumi, ikan segar, ikan Teri, udang segar dan ikan layur kuning. Sejumlah ikan itu diambil dari Pasar Kota Bojonegoro.(rien)