Waspada ISIS Razia Rumah Kos

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya jaringan Islam State Iraq dan Syria (ISIS) di wilayah setempat. Salah satunya rutin menggelar razia rumah-rumah kos dan kontrakan untuk mengetahui identitas para pendatang.

Seperti razia yang dilakukan pada Minggu (22/3/2015) malam kemarin. Sedikitnya delapan rumah kos dan kontrakkan di wilayah Tanggulrejo, Kelurahan Babat dirazia petugas. Para penghuni rumah kos dan kontrakkan diminta menunjukan identitas dan dimintai keterangan.

“Razia dimaksudkan untuk mengantisipasi masuknya jaringan ISIS di Kelurahan Babat. Jangan sampai kecolongan mengingat Kecamatan Babat merupakan kota kedua di Lamongan,” kata Kasi Trantibum Babat, Darmudji kepada suarabanyuurip.com, Senin (23/3/2015).

Operasi yang melibatkan staf kelurahan Babat itu tidak menemukan hal yang mencurigakan. Setiap penghuni kos dan kontrakkan yang mayoritas adalah pendatang dapat menunjukkan identitasnya.

Menurut Lurah Babat, Nur Wachit, selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi masuknya jaringan ISIS. Hal ini dilakukan agar tidak ingin kecolongan seperti yang terjadi di Kelurahan Brondong dimana didapatkan 6 orang anggota ISIS.

Baca Juga :   Pemdes Kalisumber Minta Eksplorasi TBR-C Dihentikan

“Untuk mengantisipasi masuknya ISIS saya telah mengkondisikan 45 RT yang ada, “ sambung Wachit.

Dia menejeskan, setiap Ketua RT diminta untuk selalu mendata pemilik dan penghuni rumah kos di masing-masing lingkungannya. Selain itu tamu yang datang lebih dari 1 X 24 jam diminta untuk melapor ke Ketua RT.

“Begitu juga kalau ada orang yang menginap di musholla atau masjid, Ketua RT harus segera tanggap mengecek identitas mereka,” tegas Wachit.

Penerapan Ketertiban di wilayah Babat ini  berpatokan pada Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Sebab Babat terus berkembang menjadi kota niaga sehingga banyak dimasuki pendatang dari luar Kabupaten. Warga pendatang yang mayoritas bekerja sebagai pedagang banyak yang kos dan kontrak di wilayah Babat Kota, Gilang dn Tanggulrejo.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *