SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), mampu meningkatkan produksi Lapangan Banyuurip yang terletak di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sesuai target yang ditentukan yakni pada tahun 2015 ini.
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM, Djajang Sukarna, mengatakan, pemerintah berharap produksi puncak Banyuurip bisa mencapai hingga 205 ribu barel per hari. Apabila bisa mencapai sebesar itu, maka akan menjadi sejarah bagi Bangsa Indonesia, terutama Kabupaten Bojonegoro.
“Kita akan menunggu, harapan kami tentunya mendukung bagaimana membuat iklim yang kondusif supaya ExxonMobil bisa melakukan kegiatan dengan lancar,” ujar Djajang kepada suarabanyuurip.com, Rabu (25/3/2015) kemarin, di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro.
Menurut dia, saat ini yang terpenting bagaimana caranya supaya EMCL dengan tenang bisa bekerja melakukan kegiatannya. Karena, dana dari produksi tersebut ada yang masuk ke pusat ada juga ke daerah.
“Kita juga mendukung, rencana Bupati Suyoto untuk membuat Perda Dana Abadi dari industri migas ini,” tegas Djajang.
Dia juga menyatakan apresiasinya terhadap program Generasi Emas Bojonegoro (GEB). Karena itu, Djajang, menyarankan agar program corporate social responsibility (CSR) EMCL salah satunya diarahkan untuk pelatihan dan sertifikasi migas di Pusdiklat Migas di Cepu, Jawa Tengah bagi pemuda Bojonegoro untuk menjadi tenaga terampil. Hasilnya, lulusan dari Pusdiklat sekarang ini telah banyak mendedikasikan diri memnjadi tenaga kerja di Timur Tengah.
“Sekarang saja, ada 12 orang yang sedang sekolah untuk D4 di Cepu bidang perminyakan,” pungkasnya.(rien)