Bupati Suyoto Waspadai Kutukan SDA

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Kutukan sumber daya alam (SDA) yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia dan negara di dunia menjadi perhatian serius Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto. Pasalanya, banyak daerah atau negara yang memiliki SDA melimpah, namun tak menjamin masyarakatnya sejahtera, bahkan memunculkan konflik.

Suyoto menyampaikan, setiap eksploitasi sumber daya alam selalu menyimpan ancaman atau kutukan di kemudian hari. Seperti sekarang yang dirasakan kutukan dari hutan Bojonegoro seperti banjir bandang dan perubahan suhu udara.  

“Saya juga termasuk orang yang keras menolak ijin untuk batu-batu andesit di sekitar Gondang, karena kalau saya mengeluarkan ijin kutukannya akan menjadi nyata dan dekat sekali,” kata Suyoto saat memberi sambutan di acara Serasehan Pendidikan bersama ExxonMobil Indonesia di Pendopo Malowopati, Rabu (26/3/2015) kemarin.

Dia menyampaikan, di dunia ini jika memiliki SDA seperti batu bara, minyak dan gas bumi, ataupun emas apabila dieksploitasi berlebihan maka kelak akan mengutuk lingkungan sekitarnya.

“Kutukan itu akan mengutuk kita jika salah dalam menggunakannya,” ujar Kang Yoto, sapaan akrabnya.

Pria berkacamata minus ini menceritakan, layaknya film yang mengisahkan Negara Angola yang memiliki cadangan minyak 2 Juta Barel per hari, tapi rakyatnya masih hidup susah. Saat ini, di Bojonegoro dan Tuban yang di anugerahi dengan migas ini harus berhati-hati.

“Kalau salah kita akan kena kutukan lebih cepat,” pesannya. 

Selain itu, lanjut Suyoto, kutukan SDA yang sering terjadi adalah konflik. Seperti di sumur tua yang sangat rawan dengan konflik. Namun sekarang konflik itu masih bisa dikendalikan. 

“Kalau ada kegiatan eksploitasi terebdar di Indonesia, tempatnya di Bojonegoro. Tapi, alhamdulillah tidak ada konflik dan masih bisa diselesaikan,”ujarnya.

Ia mengaku bersyukur atas keutuhan masyarakat Bojonegoro yang tidak bercerai berai dan tak saling bermusuhan dengan adanya SDA berupa migas. Karena kunci supaya kutukan itu tidak menimpa masyarakat Bojonegoro, ketika ada kegiatan eksploitasi dan eksplorasi migas telah menyediakan lapangan pekerjaan.

“Seperti di Blok Cepu, ada 5000 tenaga kerja semuanya dari lokal,” tegasnya.(rien) 

Baca Juga :   Pasokan Minyak Mentah Turun, ICP September 2021 Naik Jadi US$ 72,20 Perbarel

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *