Trend Bengawan Solo Naik, Waspadai Banjir Bandang

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Tinggi muka air Sungai Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus menunjukkan tren kenaikkan. Sekarang ini, status sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kini sudah menginjak siaga satu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo mengatakan, naiknya trend air Sungai Bengawan Solo ini karena kiriman dari daerah hulu. Saat ini intensitas hujan di daerah hulu seperti Madiun, Ponorogo, Magetan dan Ngawi cukup tinggi.

Dia menyampiakan, air kiriman dari empat Kabupaten di daerah hulu itu menjadi satu di pintu air Dungus, Kabupaten Ngawi.  “Trend air Bengawan Solo diperkirakan masih terus mengalami kenaikan, sebab di daerah hulu masih banjir. Diperkirakan perjalanan air sampai ke Bojonegoro sampai enam jam,” ujarnya, Jumat (27/03/2015).  

Hingga akhir bulan, kata Andik, diperkirakan intensitas hujan tetap tinggi. Tingginya intensitas hujan baik dari daerah hulu maupun Bojonegoro membuat air sungai sering meluap. 

“Meluapnya air sungai ini perlu diwaspadai jebolnya anak sungai Bengawan Solo,” lanjutnya.

Baca Juga :   Ratusan Pemuda Ikuti Tes Pelatihan Non Sertifikasi

Andik menghimbau agar masyarakat waspada dengan jebolnya anak Sungai Bengawan Solo dan banjir bandang. Karena hingga akhir Maret ini intensitas hujan masih tinggi. Intensitas hujan hingga akhir Maret ini diprediksi mencapai 200 mm, akan menurun saat memasuki bulan April menjadi 100 mm.

Dia mengungkapkan, sesuai data yang ada kurang lebih ada 12 anak sungai Bengawan Solo yang perlu diwaspadai. Belasan sungai itu mulai dari Kecamatan Margomulyo hingga Kecamatan Baureno. Beberapa anak sungai Bengawan Solo yang diwaspadai di antaranya, Sungai Mekuris di Kecamatan Kanor, Sungai Kali Kening, Kecamatan Baureno, dan banjir bandang di sungai yang ada di Kecamatan Temayang, Gondang, dan Kecamatan Padangan.

“Ada kecamatan baru yang terancam longsor dan banjir bandang, di Kecamatan Malo. Sedikitnya ada liima desa yang sudah terdampak,” katanya.

Sementara itu, papan duga air Sungai Bengawan Solo yang ada di Taman Bengawan Solo (TBS) sejak pukul 09.00 WIB sudah menunjukan siaga satu. Pada pukul 09.00 WIB papan duga di TBS menunjukan angka 13.06 peilschaal, dan terus mengalami peningkatan. Pada pukul 18.00 WIB menjadi 13.33 peilschal.(rien) 

Baca Juga :   Abaikan Naker Lokal, PT Semen Indonesia Logistik Didemo Pemuda

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *