Pemkab Minta Petani Simpan Hasil Panen

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Harga gabah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengalami penurunan drastis semenjak musim panen satu minggu terakhir. Agar petani tak merugi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat meminta kepada petani untuk menyimpan sementara waktu hasil panen mereka.

“Kita meminta kepada petani untuk menyimpan sementara hasil panen mereka saat ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tuban, Herry Prasetyo S, kepada Suarabanyuurip.com menanggapi anjloknya harga gabah saat ini, Selasa (31/3/2015).

Dia meminta kepada petani untuk tidak melepas semua hasil panen. Hal ini dilakukan supaya petani tidak merugi, karena biasanya harga gabah anjlok ketika hasil sedang melimpah.

“Dengan hasil melimpah seperti sekarang ini, mestinya tidak harus semua lepas di pasaran,” kata Herry menjelaskan.

Salah satu yang dianjurkan Herry, petani bisa menyimpan gabah mereka di resi gudang milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Serta bisa menjual kembali ketika harga gabah sudah mulai stabil.

“Dengan begitu keseimbangan supplay dan demand bisa terjaga,” saran Herry.

Baca Juga :   Temu Karya, FPKT Gayam Lakukan Reorganisasi Pengurus

Diketahui, harga gabah ditingkatan petani sekarang terjun bebas. Harga gabah basah hanya senilai Rp3.500 perkilogram, sementara untuk harga gabah kering usai dijemur hanya senilai Rp3.700 perkilogram.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *