SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Jumlah tenaga kerja (Naker) dari Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, yang terlibat di gudang tempat penyimpanan peralatan minyak dan gas bumi (Migas) Banyuurip Blok Cepu atau werehouse dinilai masih minim. Padahal gudang penyimpanan alat berat itu milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), yang disewa kontraktor.
“Sepertinya banyak yang berasal dari luar daerah,” ujar Kepala Desa Katur, Sukono kepada suarabanyuurip baru-baru ini.
Ketua Paguyuban Kades se Kecamatan Gayam itu menjelaskan, belum lama ini ada informasi akan ada penambahan naker di warehouse pernah disampaikan. Namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya kembali.
“Terkadang warga merasa jengkel, malahan sempat ada rencana melakukan blokade,” ucapnya.
Sukono mengaku, dalam waktu dekat ini pihak pemerintah desa (Pemdes) akan melayangkan surat panggilan resmi yang disampaikan perusahaan supaya dapat memberikan klarifikasi serta penjelasan dengan detail dan gamblang.
“Sejak saya menjabat menjadi Kades mereka belum pernah silaturahim dengan Pemdes,” tandasnya.(roz)