Takut Dihadang Warga Pilih Jalan Lain

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Hampir keseluruhan tenaga kerja (naker) proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang semula berangkat dan pulang kerja melewati jalan poros Kecamatan Kalitidu – Gayam, kini memilih jalan Dusun Bulu, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur.

Hal itu dilakukan para pekerja untuk menghindari aksi sweeping warga Desa Katur kepada naker proyek, pasca tabrak lari yang merenggut nyawa Madrim (80), warga Dusun Bendo desa setempat beberapa waktu lalu.

“Takut kalau dihadang warga seperti kemarin,” kata Anam (37), salah satu naker PT Alhas, subkontraktor Tripatra, pelaksana engineering, procurement and constructions (EPC) – 1 Banyuurip.

Karena itu Anam mengaku memilih jalan aman, meskipun perjalanannya lebih jauh ketimbang melewati jalan poros Kalitidu – Gayam. Yakni melewati jalan Bulu yang berada di baratnya jalan layang (fly over).

“Ya mau bagaimana lagi, teman-teman juga banyak yang lewat sini,” ujarnya.

Dia berharap, agar masalah tersebut dapat segera diselesaikan agar naker bisa melewati jalan Kalitidu – Gayam. Karena selama ini banyak naker yang melewati jalan tersebut.

Baca Juga :   Kejari Rinci Dugaan Penyelewengan Anggaran Sekretariat Dewan

“Semenjak adanya insiden tabrak lari kemarin, mayoritas naker lewat jalan Bulu tembus jalan raya baratnya fly over,” kata Mira warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam kepada suarabanyuurip.com, Jumat (3/4/2015).(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *