SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Penyelidikan dugaan pungutan liar (Pungli) traktor bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berlanjut. Sesuai hasil penyelidikan yang dilakukan Kodim 0813 Bojonegoro,pungli itu dilakukan oleh salah satu mantan kepala desa (Kades) di Kecamatan Kasiman.
Terkuaknya kasus ini setelah adanya laporan dari salah satu anggota Komisi B, DPRD setempat, Lasmiran, terkait adanya pungli pada pemberian bantuan alat pertanian (alsintan) dari APBN 2015 melalui Dinas Pertanian kepada kelompok tani.Â
Komandan Kodim 0813 Letkol Kav Donova, menyatakan, dalam penyelidikan yang dilakukan bersama anggotanya terkuak jika ada pengajuan bantuan traktor lain yang dilakukan secara ilegal di luar kelompok tani yang diundang secara resmi oleh Disperta pada Selasa (31/4/2015) lalu.
“Pengajuan traktor secara ilegal itu telah diakomodir oleh Bowo (50),mantan Kades Sidomukti Kecamatan Kasiman,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (4/4/2015).
Dia melanjutkan, Bowo yang juga orang tua dari Kades Sidomukti aktif sekarang ini, diketahui meminta uang pelicin sejumlah Rp 1,5 juta tiap unit traktor. Setelah traktor tersebut datang, dia meminta lagi uang sejumlah Rp 5 juta untuk tiap unit traktor.
“Diketahui jika pengajuan bantuan traktor oleh kelompok ilegal ini masih dalam proses. Dan ada 9 kelompok yang sudah terdaftar,” tegas Donova.
Donova menyampaikan, telah mengirimkan perintah kepada Danramil Kasiman, Inf Hendri agar menghentikan dan membatalkan pengajuan traktor tersebut karena dinilai ilegal. Serta, menghimbau supaya Bowo mengembalikan uang kepada para kelompok tani supaya membersihkan nama jajaran Kodim 0813 yang sempat terseret dalam kasus ini.
“Saya minta yang bersangkutan segera menyelesaikan kasus ini, supaya tidak ada fitnah yang ditujukan baik kepada Kodim maupun Disperta,” tandasnya.
Sebab sesuai laporan yang masuk sebelumnya Babinsa (Badan Pembina Desa) Kodim 0813 disebut-sebut telah mengkondisikan atau mengarahkan kelompok tani untuk memberikan uang pelicin dalam memberikan bantuan traktor.
“Semua sudah terkuak sekarang. Jadi hal itu tidak benar sama sekali,” tegas Donova.(rien)