SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro –Sweeping terhadap pekerja proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, oleh warga Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, masih terus berlangsung. Mereka melakukan penghadangan kepada para tenaga kerja (Naker) yang melintas di poros Kecamatan Kalitu – Gayam, di wilayah setempat akibat kesal dengan ulah ugal pekerja dalam berkendara hingga menyebabkan warga setempat, Madrim (80), beberapa hari lalu.
Namun demikian, Pemerintah Desa (Pemdes) Katur menegaskan, aksi itu tidak akan anarkis karena warga sudah dihimbau.
“Saya sudah nemui warga dan meminta mereka tidak melakukan tindakan anarkis, dan warga bisa memahaminya,” kata Kepala Desa (Kades) Katur, Sukono kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (04/4/2015).
Meski demikian, lanjut Sukono, bagi naker yang melintas di jalan wilayah Katur harus berhati-hati untuk tidak kebut-kebutan. Selain jalannya sudah banyak berlubang juga akan beresiko bagi naker sendir karena tidak menutup kemungkinan memancing emosi warga.
“Asal naker tahu aturan berlalu-lintas dan sopan dalam berkendara warga tidak akan apa-apa,” pesan ketua paguyuban Kades se-Kecamatan Gayam tersebut.
pihaknya mengaku telah memberi saran kepada warga agar melakukan sweeping pagi saat naker berangkat kerja dan sore saat pulang kerja. Bukan pada malam hari.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Muspika Gayam dan Pam Ovit untuk ikut mengawasi saat warga Bendo atau warga Katur lainnya melakukan sweeping. Agar dapat kondunsif, dan saya harap agar masalah ini tidak berlarut-larut, dan segera terselesaikan,” imbuh Sukono.(sam)