Pekerja Blok Cepu Lurug Kantor HK-Rekind

SuaraBanyuurip.com -  Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Sejumlah pekerja lengkap dengan seragam proyek berkerumun di depan kantor kontraktor proyek Engineering, Procurement and constructions (EPC) -5 Banyuurip, Blok Cepu, Konsorsium PT.Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind) di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (6/4/2015). Mereka menunggu kepastian pencarian gaji yang sudah tiga minggu tak kunjung turun.

Biasanya para pekerja itu menerima gaji dua minggu satu kali. “Tapi sudah tiga minggu belum terima gaji,” kata salah satu pekerja yang mewanti – wanti identitasnya disebutkan.

Raut wajah mereka terlihat muram dan kesal. Beberapa pertanyaan yang diajukan suarabanyuurip.com sempat dimentahkan. Para pekerja lebih memilih tertutup. Sesekali hanya menjawab sekenanya.

Namun begitu, sumber tadi mengungkapkan, sudah empat hari ini sejumlah pekerja proyek melakukan aksi mogok. Mereka mengancam tidak akan kembali bekerja sebelum haknya terpenuhi. 

“Pokoknya kalau bisa hari ini harus gajian,” ucap pria yang mengaku dari salah satu daerah di Jawa Tengah ini.

Dia menceritakan, sedikitnya ada sekira 100 tenaga kerja yang belum menerima haknya. Alasannya, pihak perusahaan belum memiliki dana karena belum ada pencairan.

Baca Juga :   Debat Capres Tak Menjawab Persoalan Energi dan SDA

“Katanya belum ada uang dari kantor,” tuturnya.

Selebihnya, pria berkulit sawo matang itu enggan berkomentar lebih jauh. Dia hanya mengeluhkan tentang kondisi yang dirasakan para pekerja. Terutama yang bukan dari daerah Kabupaten Bojonegoro.

Sebab selama menunggu kepastian gaji, rata – rata pekerja memberanikan berhutang untuk menyambung hidup.

“Kebutuhan untuk makan dan beli rokok ya utang dulu, apalagi yang dari luar daerah. Kalau pekerja yang lokal mungkin bisa makan dirumah atau tetangganya,” keluhnya.

Mengenai kapan kepastian pencariannya, dia menyarankan agar menanyakan langsung kepada supervisor-nya.

Saat suarabanyuurip.com berupaya mencari keterangan dari pekerja lain, sebagian mereka tak banyak berkomentar. Para pekerja hanya membenarkan soal keterlambatan gaji mereka.

“Tanya supervisor saja,” tukas pekerja lain.

Sejumlah supervisor pekerja proyek EPC-5 saat ditemui menolak memberi keterangan. Bahkan sempat melarang meliput. “Tidak usah diberitakan, hari ini sepertinya bisa cair,” kelit salah satu supervisor.

Kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi beberapa waktu lalu. Para pekerja meluruk di kantor konsorsium PT.HK-Rekind.(roz)

Baca Juga :   Pengelolaan Limbah Cair Sumur Tua Sedang Dikaji

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *