Peran Wanita di Industri Migas Masih Minim

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Peran wanita di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di industrialisasi minyak dan gas bumi (migas) hingga saat ini masih sangat minim. Hal itu disebabkan masih rendahnya sumber daya manusia (SDM) perempuan sehingga tak mampu menangkap peluang dari adanya kegiatan tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Mitroathin, mengungkapkan, masih rendahnya SDM perempuan di Bojonegoro dikarenakan kurangnya partisipasi dari sejumlah kontraktor kontrak kerjsama (K3S) migas untuk memberdayakan kaum perempuan. Padahal di Bojonegoro, sekarang ini, ada beberapa K3S yang beroperasi. 

“Jangankan wanita di sekitar ring 1, untuk keseluruhan saja belum ada program pemberdayaan yang dilakukan,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com.

Politisi asal Partai Golkar ini menyampaikan, apabila Perda Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) telah selesai direvisi Gubernur Jatim, maka akan meminta semua K3S dan perusahaan lainnya memberikan program corporate social responsibility (CSR)nya sebagian untuk pemberdayaan wanita.

“Padahal banyak sekali potensi yang dimiliki wanita di Bojonegoro untuk mengepakkan sayap di dunia usaha sesuai bakat yang dimiliki,” tutur Mitroátin.

Baca Juga :   Industri Migas Belum Berdampak Pada Pengangguran

Saat ini kegiatan pemberdayaan perempuan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) adalah pelatihan tata rias kepada wanita yang berbakat dan memiliki potensi.

“Dengan memiliki keterampilan seperti itu, mereka tidak perlu ikut bekerja di dalam proyek, tapi bagaimana caranya menangkap peluang bisnis lainnya,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *