SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro-Sejumlah perwakilan kontraktor lokal ring satu Lapangan Banyuurip, Blok Cepu mendatangi kantor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu Km. 18 Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Kamis (9/4/2015). Mereka menuntut EMCL memfasilitasi pencairan tagihan yang belum dibayarkan oleh subkontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) Banyuurip.
Parmo, salah satu perwakilan mengatakan, kedatangan sejumlah kontraktor lokal bertujuan meminta agar EMCL memfasilitasi masalah tagihan yang belum terbayarkan oleh sub kontraktor PT.Demeta – PT.RMT.
“Padahal janjinya mau dibayar tanggal 6 April 2015 kemarin,” tegasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, sebelumnya telah ada kesepakatan pencairan pada saat pertemuan di Desa Beged, Kecamatan Gayam. Yang mana pada saat itu disepakati tagihan akan dibayar 40 persen pada bulan Maret dan 60 persen sisanya pada 6 April.
“Karena kesepakatan tersebut diingkari maka saya minta dibayar 100 persen pada hari ini,”tuturnya.
Perwakilan lain dari PT Bojonegoro Selaras Indonesia (BSI), Wahib Kiswari menambahkan berdasarkan pemaparan dari PT Rekayasa Industri (Rekind)-PT Hutama Karya (HK), selaku kontraktor lapangan EPC-5, invoice PT Demeta-RMT sudah cair.
“Tapi kemungkinan belum dibayarkan ke kami,” terang Kiswari.(roz)