Lahan Batu Kumbung Longsor

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban –  Lahan tambang batu kumbung di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur longsor seluas setengah hektar, Kamis (9/4/2015).

Informasi yang dihimpun, longsor lahan batu kumbung ini terjadi sekitar pukul 13:45 waktu setempat. Menyebabkan 4 orang penambang yang tengah beraktivitas mengalami luka berat. Bahkan satu penambang mengalami patah yang cukup serius dibagian kaki.

“Ada empat penambang yang jadi korban,”kata Tarsimin, 50 tahun, salah satu saksi mata.

Kejadian bermula ketika puluhan penambang beraktivitas usai istirahat siang. Ketika tengah bekerja para penambang dikejutkan dengan suara gemuruh. Penambang yang sadar kalau itu adalah longsor langsung berlari keluar tambang dan menyelamatkan diri.

“Tetapi ada yang tertimpa longsor dan tidak sempat menghindari longsor,” kata seorang penambang.

Penambang yang selamat langsung menyelamatkan dan mengevakuasi teman mereka keluar dari area tambang. Keempat korban sekarang sudah ada di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendapatkan perawatan.

Selain itu dikabarkan ada beberapa kendaraan roda dua yang terjebak longsor di area tambang dengan kedalaman mencapai 30 meter ini.

Baca Juga :   Tambang SG Diprotes Warga

Informasi yang diterima, area tambang di lokasi ini memang menjadi tempat mencari nafkah nyaris seratusan penambang dari berbagai desa.

Bekas tambang batu kapur yang dilakukan secara tradisional ini, sekarang menyerupai gua-gua buatan yang terhubung antara satu dengan yang lain. Ada dua hektar lebih lahan yang dibawahnya sebenarnya sudah berongga karena ditambang.

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, mengatakan kalau pihaknya masih memastikan apakah masih ada penambang yang tertinggal di area tambang apa tidak.

“Menurut informasi memang sudah keluar semua, tetapi kita akan pastikan lagi,” kata Suharyono.

Saat ini semua lahan kumbung yang masuk di lahan KPH Perhutani Tuban ini sudah dipasang garis polisi. Warga dihalau untuk menjauh baik itu didekat lokasi longsor ataupun sisa tambang dengan luas lebih dari satu hektar ini.

“Kita akan melakukan evaluasi, baru menentukan langkah selanjutnya,” kata Suharyono.

Sementara korban yang diketahui mengalami luka berat adalah Tasrip warga Desa Tuwiri Wetan, kemudian Sermu, Darwan, dan Sukarji yang kesemuanya warga Dusun Koro, Desa Pong-pongan Kecamatan Merakurak. (edp)

Baca Juga :   Warga Dusun Korgan Tasyakuran Malam Kemerdekaan di Pelataran Makam Mbah Gerit

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *