Tambang SG Diprotes Warga

demo SG

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Ledakan tambang karst milik Semen Gresik Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mulai dikeluhkan puluhan warga Desa Karanglo. Tambang yang berjarak kurang dari 500 meter dari pemukiman itu membuat dinding puluhan rumah retak

“Tembok rumah sudah lama retak karena dampak dari peledakan tambang,” ujar warga Karanglo, Kecamatan Kerek, Tarji (25), ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Selasa (10/10/2017).

Selama ini pihak pelaksana peledakan yakni PT United Tractors Semen Gresik (UTSG), maupun SG hanya diam. Tak sekalipun pegawai anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu melakukan survei lingkungan di sekitar tambang. Tim pemantau ledakan juga pasif terhadap peristiwa yang menimpa bangunan rumah warga sekitar.

“Yang jelas warga resah dan hidup tak tenang dengan paparan debu,” imbuhnya.

Segendang seirama disampaikan Ketua Karang Taruna Karanglo, Sahrul Mubarok. Aktifitas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tuban ini membenarkan, warganya mengeluh dengan ledakan yang terjadi setiap hari Sabtu-Minggu. Sementara jumlah persis rumah yang dindingnya retak, belum diketahui.

Baca Juga :   Material Urug Didatangkan, Jalan Rigid Beton Gayam - Beged Mulai Dibarem

“Saat ini mediasi dengan UTSG didampingi Bina Lingkungan SG sedang berlangsung,” sambung pemuda yang pernah study di Unirow Tuban.

Bertahun-tahun warga Ngetuk, Desa Karanglo diam, dan menahan diri untuk tidak melakukan demonstrasi. Namun kesabaran warga akhirnya pupus. Tepatnya pada tanggal 17 September 2017, puluhan warga menduduki tambang SG di Bumi Sumberarum. Mereka protes karena semakin lama, intensitas ledakan terus meningkat.

Sebagai karang taruna, Sahrul berjanji bakal memperjuangkan keresahan warganya. Langkah awal dengan melakukan mediasi agar segera mendapat solusi. Selain itu juga mendesak pihak SG  untuk serius memperhatikan lingkungannya.

“Jangan hanya gara-gara tidak ada laporan, tapi cek n ricek dan komunikasi dengan warga terdampak perlu ditingkatkan,” tegas Sahrul.

Menyikapi keluhan warga Karanglo, Kasi Humas dan CSR PT Semen Gresik, Sani Yuwono, mengaku sudah menindaklanjuti keluhan warga. Hari ini ada rapat pertemuan, dan sudah mengerucut solusi.

“Intinya bakal ada tindaklanjutnya,” sergahnya.

Untuk puluhan rumah yang dilaporkan rusak, nantinya bakal diinventarisir ulang melalui ketua RT. Lebih dari itu, akan dilakukan kembali pengawasan getaran di Karanglo setelah sekian lama fakum.

Baca Juga :   Sepekan Dua Kebakaran Terjadi di Babat

“Dulu pernah ada dan sekarang akan digiatkan lagi,” janjinya.

Apabila sudah ada solusi, Sani berjanji bakal memberitahukan kepada wartawan media ini. Harapan pekerjaan BUMN lancar, begitupun dampak bisa diminimalisir. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *