SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- International Labour Organization (ILO), oragnisasi Perserikan Bangsa-bangsa (PBB) yang menangani perburuhan, bekerjasama dengan Yayasan Paramita menggelar pelatihan kerja bagi remaja di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Alasan dipilihnya Solokuro karena selama ini wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu kantong tenaga kerja Indonesia (TKI).
Pelatihan ketrampilan kejuruan dan mata pencaharian itu diikuti 40 orang. Harapannya, dapat mengurangi pekerja anak dan mengurangi warga setempat untuk menjadi TKI.
Bupati Fadeli Lamongan saat menutup program tersebut, sempat dipameri sejumlah produk yang dihasilkan peserta pelatihan. Mulai dari bakso sapi, bakso tahu, jajanan dari sayur, hingga berbagai olahan ikan bandeng.
Bukan hanya cara mengolah makanan, mereka juga diberikan modal kerja dan bekal ketrampilan pembuatan kemasan makanan yang menarik. Produk yang mereka pamerkan pagi itu juga sudah dalam kemasan plastik tebal dengan label yang menarik.
“Saya berharap program semacam itu dapat dilaksanakan di lokasi lain di Lamongan,†kata Fadeli.
Menurut Fadeli, Lamongan sekarang ini sudah memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) yang bisa menjadi media untuk mendidik dan melatih tenaga kerja di Lamongan. Sehingga diharapkan ada pihak-pihak yang peduli untuk terus membantu pemerintah memberdayakan masyarakat. (tok)