SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Sejak mulai beroperasi secara penuh di akhir tahun 2014, Wisata Bahari Lamongan (WBL), Jawa Timur, sudah hampir menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) Rp100 miliar kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Prestasi ini merupakan buah manis dari kerjasama yang dilakukan pemkab dengan pihak ketiga.
Kerjasama itu dilaksanakan Pemkab Lamongan dengan PT Bunga Wangsa Sejati, yang juga pengelola Jatim Park Malang, adalah Build Operate Transfer (BOT). Dalam kerjasama tersebut, sharing dari Pemkab Lamongan 45 persen dan dari investor 55 persen. Kala itu sharing modal yang disertakan sebesar Rp 29.250.000.000. Sementara dari investor sebesar Rp 35.750.000.000.
“Pengelolaannya kami serahkan secara penuh kepada investor yang lebih profesional. Jika diserahkan kepada SKPD, saya yakin kami hanya akan berhenti pada membangun saja, sementara pengelolaannya pasti tidak akan berjalan baik. Untuk itu didirikan perusahaan baru, PT Bumi Lamongan Sejati, dengan Pak Aris Wibawa sebagai direktur,†kata Bupati saat menerima kunjungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang, Jum’at (10/4/2015).
Dalam mengelola WBL ini, pemkab sama sekali tidak ikut. Hasilnya, investasi sebesar Rp 29 miliar yang diwujudkan asset wisata kini terus berkembang. WBL kemudian berekspansi dengan membuka Maharani Zoo and Goa Lamongan (Mazoola) dan hotel bintang 3 Tanjung Kodok Beach and Resort (TKBR).
“Total asetnya saat ini berkembang hingga menjadi sekitar Rp 200 miliar, “ kata Fadeli.
Sedangkan dari sisi keuangan, pemkab setiap tahunnya tinggal menerima setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kawasan wisata ini tanpa bersusah payah. Sejak tahun 2004, sudah hampir Rp 100 miliar yang masuk kas daerah dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan.
Jumlah itu belum termasuk efek ekonomi berantai yang dinikmati masyarakat sekitar. Mulai dari tumbuhnya toko-toko merchandise, penjual oleh-oleh, pengusaha restoran dan lainnya.
Di tahun 2003, ketika Tanjung Kodok di Kecamatan Paciran sebelum menjadi WBL, hanya dikunjungi oleh 106.777 orang dengan pemasukan PAD sebesar Rp 170.671.000. Di tahun 2014, kawasan WBL bersama Mazoola dikunjungi hampir 1 juta wisatawan dari dalam dan luar negeri dengan setoran PAD sebesar Rp 13,5 miliar.
Sedangkan sejak tahun 2004 hingga akhir 2014, Â kawasan WBL bersama Mazoola dikunjungi 13.063.672 wisatawan dengaan setoran PAD sejak tahun 2004 hingga akhir tahun 2014 mencapai Rp 99.955.000.000. Keberadaan kawasan WBL turut mengerek jumlah kunjungan di kawasan wisata lainnya di Lamongan yang berdekatan dengan WBL. Yakni kawasan wisata religi Makam Sunan Sendang Drajat dan Sendang Dhuwur.
“Di akhir tahun 2014, ada 2.358.080 wisatawan yang mengunjungi seluruh obyek wisata yang ada di Lamongan. Sementara total setoran PAD dari sektor pariwisata ini saja mencapai Rp 14.343.159.000,†pungkas Fadeli. (tok)