SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Potensi tanah longsor di bantaran Sungai Bengawan Solo di Dusun Baru, Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah mendapat respon dari pemerintah desa dan kecamatan padangan.
Camat Padangan, Gunardi mengatakan pihak desa dan pemerintah desa telah melakukan koordinasi untuk mencarikan jalan keluar. “Belum lama ini telah dimediasi oleh kepala desa,” kata dia kepada suarabanyuurip, Selasa (14/4/2015).
Diakuinya kondisi tanah tersebut berpotensi mengancam belasan rumah milik warga di RT 11/RW03 dan RT 14/RW 03 Dusun Baru, Desa Banjarejo. Gunardi berharap agar warga dapat pindah dari tempat tersebut dengan uluran bantuan masyarakat dan pemerintah desa setempat.
“Kita usahakan dari swadaya dan partisipasi masyarakat.Kami hanya ikut membantu,” imbuh Gunardi.
Upaya untuk meminimalisir agar longsoran tanah tidak bertambah melebar telah dilakukan. Yakni dengan cara memasang pembatas dari potongan bambu dan pohon di pinggiran tebing sungai. Namun upaya dirasa belum efektif karena diterjang air sungai.
Mengenai, solusi adanya pembuatan tanggul penahan tanah (TPT),  Gunardi  belum berani memastikan, sebab hal itu wewenang menangani Balai Besar bengawan Solo. (roz)