SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Â Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), untuk segera memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak-dampak dari adanya flare tambahan di tapak sumur (Wellpad) B Banyuurip. Sebab flare untuk menambah produksi itu telah menyala sejak lebih dari seminggu lalu.
Tujuannya agar masyarakat dan pemerintah desa tidak bingung dan khawatir dengan dampak-dampak adanya flare tersebut. Apalagi, sesuai pemberitahuan sebelumnya, warga di dua dusun di Mojodelik yang diperkirakan terdampak yakni Dusun Samben dan Ledok.
“Saya minta EMCL jangan bikin bingung masyarakat dan pemdes. Apalagi berkaitan dengan akan adanya kompensasi berupa sembako kepada warga,” kata Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu kepada suarabanyuurip.com, Selasa (14/4/2015).
Menurut Yuntik, akibat belum adanya sosialisasi ini pemdes merasa bingung setiap kali mendapat pertanyaan warga tentang kompensasi yang akan diberikan. “Karena apa yang disampaikan EMCL awal tidak sesuai dengan kenyataan saat ini,” tegas dia.Â
Dia menjelaskan, pada awal EMCL menyampaikan bahwa sesuai kesepakatan, jika flare menyala warga dapat kompensasi berupa beras. Namun sesuai pemberitahuan EMCLÂ kemarin, jika saat ini tidak dapat. Alasannya, karena flaring produksi saat ini di bawah 23 juta standart kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MSCFD).
“Masalah ini kan bikin bingung saya menyampaikan ke warga, Mas,” ujar Yuntik, mengungkapkan.
Sesuai pemberitahuan yang diterima pemdes, lanjut Yuntik, kompensasi itu bisa didapat warga jika produksinya sudah di atas 23 MSCFD. “Katanya nanti dapatnya di bulan Juli jika flaring untuk produksi di atas itu. Tapi warga tahunya flaring nyala mereka dapat kompensasi,” ucap dia.(sam)Â