Perkembangan UMKM Terkendala SDM dan Modal

SuaraBanyuurip.com Ahmad Sampurno

Blora –  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sulit berkembangan lantaran terkendala permodalan dan masih rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM). Meski demikian, trend perkembangan UMKM mengalami perkembangan cukup baik. Secara Kuantitatif, perkembangan UMKM alami peningkatan 2 – 4 persen.

“Di Blora saat ini tercatat sebanyak 8585 UMKM,  dan jumlahnya diperkirkan akan terus berkembang, sesuai permintaan pasar,” kata  Kasi UMKM, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi & UMKM (Dinperindagkop & UMKM) Blora, Totok Muhartoyo, saat berada di Cepu, Rabu (15/4/2015).

Dari jumlah tersebut, lanjut Totok, 20-30 persen adalah UMKM yang bergerak pada makanan olahan. “Untuk makanan olahan masih mendominasi keberadaan UMKM di Blora. Dari 635 UMKM yang dibina langsung oleh Dinas, sepertiga di antaranya bergerak pada usaha makanan olahan,” jelas Totok.

Lebih jauh Totok menjelaskan, pada umumnya Koperasi dan UMKM mengalami beberapa permasalahan yang menghambat perkembangan. Yakni masih rendahnya akses teknologi, rendahnya akses Informasi, rendahnya akses sumber-sumber permodalan, dan rendahnya akses pasar,” ungkap dia.

Baca Juga :   Dompet Duafa Klaster Mandiri Kumpulkan Rp1,4 M

Dari empat permasalahan tersebut, menurut Totok, sumber permasalahan utamanya adalah sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, dalam menciptakan produk yang dilakukan, tidak sesuai dengan permintaan pasar. “Untuk itu, pengembangan SDM menjadi hal utama supaya mampu bersaing di pasaran. Para pelaku harus mampu berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar,” tandasnya.

Namun, lanjut dia, masalah permodalan hingga saat ini masih sulit diatasi. Sehingga para pelaku  usaha kesulitan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Totok mengaku, pemrintah telah memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas SDM serta memberikan bantuan peralatan. “Untuk akses permodalan, saat ini kami masih berusaha menjembatani para pelaku usaha unuk mendapatkan CSR dari BUMN atau dari perusahan swasta,” pungkasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *