Atap Kelas SDN Ngulanan Ambrol

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Keberadaan industrialisasi migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dana bagi hasilnya, ternyata belum mampu meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda.

Hal ini terlihat dari kondisi bangunan sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ngulanan 2, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro yang mengenaskan. 

Meski kegiatan belajar dan mengajar berjalan seperti biasa, namun para siswa  maupun guru sesekali menengok ke atas. Karena, atap bangunan diruang kelas kondisi plafonnya ambrol. Bahkan kayu kuda-kuda atap disangga menggunakan tangga kayu.

Atap bangunan SD yang ambrol sejak dua bulan lalu itu terjadi di dua ruang. Ruang kelas V dan kelas VI. Namun yang paling parah terjadi di ruang kelas V. Selain dua ruang tersebut, dua ruang lainnya kondisinya juga sudah lapuk.

Kepala Sekolah SDN Ngulanan 2, Lilis Hariani, mengatakan, pembangunan terakhir gedung ruang SDN Ngulanan itu terakhir dilakukan pada tahun 1983. Selain plafon atap yang sudah ambrol, kondisi tembok juga retak-retak.

Baca Juga :   Longsor Intai 10 Kecamatan di Bojonegoro

Cat bangunan terlihat mengelupas dan warnanya mulai kusam. Skat pemisah ruang kelas di SDN Ngulanan 2 itu juga masih menggunakan papan.

“Pondasi bangunan dibelakang gedung itu sudah retak, dan dindingnya juga lapuk,” ujarnya, Kamis (16/04/2015). 

Plafon yang amrol itu terjadi dua bulan lalu. Beruntung saat kejadian terjadi malam hari. Mantan guru SDN Kauman itu menambahkan, pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan setempat untuk segera melakukan renovasi. Namun belum ada tanggapan sampai saat ini.

“Kepala sekolah yang dulu sudah melaporkan kondisi bangunan yang rapuh ini sejak 2014 namun belum ada tanggapan, dan sekarang ambrol juga sudah saya laporkan,” ujar wanita yang baru dua bulan menjadi Kepala SDN Ngulanan 2 itu.

Ambrolnya plafon kelas itu, tambah dia, mengakibatkan proses belajar mengajar sedikit terganggu. Para guru yang mengajar merasa was-was jika sewaktu-waktu atap kelas ambrol kembali. Untuk menghindari kemungkinan ambrolnya kembali plafon atap itu akan mengosongkan kelas yang kondisinya sudah parah. 

Lilis menambahkan, kelas V rencananya akan menggunakan ruang kelas 1 sebelum atap plafon yang ambrol tersebut direnovasi. Sedangkan, kelas satu ditempatkan di ruang kelas 2.

Baca Juga :   Jalan Tuban - Bojonegoro Macet

“Untuk kelas dua nanti masuk siang, setelah kelas satu pulang. Namun sebenarnya kurang efektif kalau masuk siang,” keluhnya.

Dari data yang didapat, siswa kelas V SDN 2 Ngulanan itu sebanyak 28 siswa. Sedangkan total siswa dari kelas 1 hingga VI sebanyak 182 siswa. Untuk bangunan SDN 2 Ngulanan itu sebanyak tujuh unit abngunan. Tiga diantaranya baru dibangun menggunakan DAK tahun 2014.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Khusnul Khulug masih berusaha dikonfirmasi mengenai ini. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *