Wifgasindo Menduga Ada Karyawan Bermain

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Tes Kesehatan (Medical Chek Up/MCU) terhadap 40 calon tenaga kerja (Naker) yang diajukan kepada PT Wifgasindo, subkotraktor PT Tripatra Engineers & Constructors,  pelaksana proyek Engineering Procurement and Construction /EPC)-1 Banyuurip, memunculkan pertanyaan. Ditengarai ada oknum karyawan Wifgasindo yang bermain sehingga 40 orang tersebut bisa mengikuti MCU.

Sebab, Manajemen Wifgasindo menegaskan tak memiliki data resmi tentang ke 40 orang yang sudah mengikuti MCU. Selain itu,tenaga kerja yang dibutuhkan hanya sebanyak 10 orang untuk ditempatkan di bagian teknisi, dan helper.

Bahkan dari hasil pengcekan yang dilakukan Wifgasindo, dari 40 orang yang mengikuti MCU itu hanya sekitar 4 orang warga yang berasal dari desa di wilayah kecamatan Gayam. Selebihnya berasal dari luar wilayah Kecamatan Gayam.

“Pasti ada oknum Wifgasindo yang bermain, namun kami belum memiliki evidence yang cukup kuat,” kata Project Manager PT Wifgasindo, Wahyudi Susanto kepada suarabanyuuri.com melalui pesan pendek, Kamis (16/4/2015).

Untuk mengungkap dugaan permainan calo naker itu, Wifgasido terus melakukan kroscek dan pengumpulan data.

Baca Juga :   Warga Leran Berharap Sumur Migas Kedung Keris Barat Tak Dibor Miring

“Dan apabila ada evidence manajemen Wifgas akan melakukan tindakan tegas bisa berupa PHK. Ini sudah menjadi regulasi yang telah diterapkan oleh Triptra-Samsung terhadap semua subcont EPC-1,” tegas Wahyudi.

Diberitakan sebelumnya, PT Wifgasindo tidak bisa memproses 40 warga yang sudah mengikuti MCU  yang diajukan warga sekitar untuk menjadi tenaga kerja (naker) Banyuurip. Alasannya, 40 warga tersebut sebelumnya tidak melalui lamaran terlebih dulu.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *