Warga Leran Berharap Sumur Migas Kedung Keris Barat Tak Dibor Miring

Migas Kedung Keris.
Lapangan migas Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, yang sudah produksi. Lapangan ini akan dikembangkan dengan ke Kedung Keris Barat melalui pengeboran miring.

SuaraBanyuurip.com – Pemuda Dusun Kuce, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendukung rencana pengembangan lapangan minyak Kedung Keris Barat (West). Mereka berharap sumur minyak tersebut tidak dibor miring. Melainkan dibor secara normal seperti lapangan minyak Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecmatan Kalitidu, yang sekarang ini sudah produksi.

“Pinginnya kayak yang di Sukoharjo,” ucap Fendi, pemuda setempat kepada suarabanyuurip.com ditemui di warung kopi perempatan Dusun Ngujo, Senin (13/4/2026).

Menurut pemuda lajang itu, jika pengembangan lapangan minyak Kedung Keris Barat dibor miring tidak bisa memberikan multiplier effect (dampak berganda) bagi masyarakat. Seperti peluang kerja, usaha, dan jasa lainnya. Karena tidak ada proyek pembangunan tapak sumur, pembuatan akses jalan, dan sarana pendukung lainnya.

“Kalau dibor miring kan teknologi yang bekerja. Beda lagi kalau itu nanti dibor normal. Pemuda seperti kami bisa ikut bekerja di situ,” tegasnya.

Fendi mengungkapkan, pemuda Dusun Kuce mayoritas berkerja sebagai buruh serabutan. Seperti buruh bangunan, buruh tani, dan perantauan.

Baca Juga :   Naker Asing Blok Cepu Berkurang Drastis

“Banyak juga yang masih nganggur. Untuk itu kami minta agar nanti proyek Kedung Keris Barat bisa memberi manfaat bagi masyarakat di sini,” harpanya.

Selain itu, Fendi berharap agar perusahaan memberikan pelatihan sertifikasi kepada para pemuda sebelum proyek pengembangan lapangan Kedung Keris Barat dilaksanakan. Tujuannya, agar pemuda dari desa terdampak bisa terlibat maksimal ketika proyek tersebut dimulai.

“Karena selama ini pemuda lokal kalah bersaing karena tidak punya sertifikasi. Dan, itu jangan sampai terjadi nanti,” pungkasnya.

Senada disampaikan Zulaikah, pemilik warung kopi di Dusun Lestari, Desa Leran. Ia berharap proyek pengembangan lapangan minyak Kedung Keris Barat melibatkan banyak pekerja.

“Sehingga warung-warung seperti saya ini bisa ramai. Para pekerja jajannya bisa di sini,” timpal wanita berhijab itu.

Kepala Desa Leran, Mutabi’in, mengaku telah mendengar rencana pengembangan lapangan minyak Kedung Keris Barat. Pengeboran tersebut akan dilakukan menggunakan teknik miring sejauh 3 kilo meter (Km) dari sumur minyak Kedung Keris di Desa Sukoharjo.

“Kemungkinan besar titik sumber minyak yang akan disedot itu antara Dusun Kuce dan Lestari. Karena informasi yang saya terima agak menceng ke selatan. Bukan lurus ke arah Ngujo,” sambung kepala desa dua periode itu.

Baca Juga :   Pembebasan Lahan Migas Sukowati, DPRD : Jangan Sampai Gunakan Konsinyasi

Mutabi’in meminta agar pengembangan lapangan minyak Kedung Keris Barat nantinya dilakukan pengeboran secara normal seperti sumur Kedung Keris di Desa Sukoharjo. Sehingga ada pekerjaan yang bisa menyerap tenaga kerja dan membuka kesempatan usaha bagi warga Leran.

“Kalau dulu yang di Sukoharjo itu setiap ada pekerjaan tenaga kerjanya dibagi. Karena tapak sumurnya di sana, dan akses masuknya dari leran,” tuturnya.

“Tapi kalau nanti di sini bisa dibangun tapak sumurnya tentu mayoritas tenaga kerjanya harus warga sini, sehingga bisa mengurangi pengangguran,” lanjut Mutabi’in.

Ia berharap melalui pengeboran normal pengembangan lapangan minyak Kedung Keris Barat bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Leran. Mulai peluang kerja, usaha maupun jasa lainnya.

“Dengan begitu bisa meningkat ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait