Menerima Perintah Langsung dari Bung Karno

DI tangan ringkih Mariman Tedjo Prayitno (77 tahun ), sebatang kayu nongko bisa menjadi karya relief bernilai jual hingga puluhan juta rupiah. Yang spesifik lelaki renta ini memilih sosok Sang Proklamator Bung Karno sebagai obyek relief lukisannya.

Di ruang sempit berukuran sekitar 5 meter x  5 meter kediaman Mbah Mariman terpajang beberapa relief lukis Bung Karno dalam berbagai ukuran. Beberapa obyek relief lukis karyanya, diantaranya, saat Bung Karno sedang berpidato, Bu Karno duduk santai dan sang Presiden RI sedang berdiri gagah dengan memegang tongkat komando. Beberapa relief lukis lainnya berukuran setengah badan.

Jika sepintas memandang, karya yang dihasilkan Mbah Mariman tidak ubahnya seperti karya lukis umumnya. Namun jika diperhatikan dengan jeli, maka akan terlihat karya tersebut merupakan bentuk ukiran relief yang kemudian dilukis sedemikian hidup.

“Beberapa relief Bung Karno  tersebut merupakan pesanan pejabat di Jakarta,“ kata Mbah Mariman, diantara kesibukannya menyelesaikan lukisan Maha Patih Gajah Mada kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (17/4/2015).

Untuk harga relief lukisnya, kakek yang sudah berkurang pendengarannya ini mematok harga antara Rp10 juta hingga Rp20 juta.

“Untuk relief setengah badan harganya Rp10 juta. Untuk ukuran sekujur badan Rp20 juta,“ papar kakek yang tinggal di Desa Trosono, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini.

Baca Juga :   Petaka Jelang Malam di Kampung Tepian Hutan

Nilai jual yang ditawarkan bisa dibilang sebanding dengan kerumitan, dan keelokan karya yang dihasilkan. Dari sebatang papan pohon nangka berdiameter sekitar 10 centimeter  oleh Mbah Mariman kemudian dipahat dan diukir dengan tatah (alat pahat) beraneka ukuran. Dibutuhkan ketelatenan yang luar biasa, untuk mengukir hingga membentuk detail lekuk-lekuk tubuh sosok yang dijadikan obyek.

Kemudian setelah sosok obyek terbentuk yang masih kasar, dihaluskan dengan amplas dan kemudian direkatkan di selembar papan triplek. Berikutnya kakek bertubuh kecil ini mewarnai relief lukisnya dengan cat kayu.

“Untuk relief lukis setengah badan saya menyelesaikan satu bulan sedang untuk ukuran penuh waktunya dua bulan,“ cetus Mbah Mariman yang mengaku sudah tiga kali mengadakan pameran di Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta ini.

Selama lima tahun terakhir Mbah Mariman mengaku fokus pada obyek Bung Karno. Selain alasan mengidolakan Putra Sang Fajar itu, Mbah Mariman mengaku, sebelum menekuni relief lukis dirinya pernah bermimpi ditemui Bung Karno.

“Beliau (Bung Karno) meminta saya untuk membuat karya relief lukisan dengan model sosok beliau. Katanya, agar generasi penerus bangsa ini tidak melupakan dirinya,“ cetus Mbah Mariman yang pernah bertatap muka langsung dengan Bung Karno pada tahun 1960 di Tugu Pahlawan Surabaya itu.

Baca Juga :   PEPC Dampingi SMPN Tambakrejo Gunakan TI

Karya pertama Mbah Mariman dibeli oleh seorang pejabat Bank BRI seharga Rp12,5 juta. Berikutnya dengan sosok Bung Karno banyak dikoleksi pejabat di Jakarta. Salah satu kolektor relief lukisnya adalah Permadi SH.

Selain model Bung Karno, Mbah Mariman juga pernah membuat relief lukis Karno Tanding yang terjual Rp75 juta. Selain itu mantan pengajar di ASRI Jogyakarta ini juga pernah membuat relief Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Patih Gajah Mada. Dia enggan membuat relief Presiden Suharto.

“Ndak boleh sama Bung Karno. Kalau saya melanggar, takut Bung Karno marah, “ paparnya sungguh-sungguh.

Sayangnya meski seni ukir relief lukis ini cukup langka, Mbah Mariman mengaku sulit melakukan kaderisasi. Tidak ada satupun dari sembilan anaknya mewarisi bakat yang dimilikinya.

“Kemahiran ini akan saya bawa sampai mati,“ ujar Mbah Mariman.

Kades Trosono, Sutrisno, mengaku Mbah Mariman bisa menjadi aset seniman nasional. Namun selama ini kakek tersebut lebih memilih berkarya seni di rumahnya.

“Banyak pejabat dari Jakarta yang datang langsung kerumahnya membeli karyanya. Sayangnya pejabat dan orang Lamongan sendiri tidak mampu menghargai karya-karya yang dihasilkannya,“ ungkap Sutrisno. (totok martono)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *