SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Seorang pemuda Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya. Diduga, aksi itu dilakukan korban karena tidak diperbolehkan bekerja di luar pulau jawa.
Pemuda tersebut bernama Ahmad Ghofur (26). Korban menggantung lehernya pada kayu bandar di rumah bagian belakang sekira pukul 11.30 WIB pada Sabtu (18/4/2015) kemarin.
Mayat korban pertamakali diketahui Ibunya, Utami (57). Saksi yang mengetahui anaknya tergantung terkejut dan berteriak histeris.
“Korban gantung diri menggunakan kain sarung,” ujar Kapolsek Kanor, AKP Mashadi, kepada suarabanyuurip, Minggu (19/4/2015).
Menurut keterangan sejumlah keluarganya, korban nekad bunuh diri itu karena tidak diperbolehkan bekerja oleh beberapa saudaranya di luar pulau Jawa, tepatnya di Kalimantan. Korban diketahui sejak tiga bulan terakhir ini menganggur di rumah dan ingin segera bekerja.
“Ingin merantau ke Kalimantan ikut bekerja dengan kakaknya, tetapi saudaranya yang lain melarang, karena disuruh ngurusi orang tuanya di rumah,” terang Mashadi.
Dia menjelaskan, ayah korban Mulyono, saat ini kondisinya sudah tua begitupun ibunya, sehingga korban disuruh beberapa saudaranya untuk menjaga dan mengurusi kedua orang tuanya. Namun, permintaan saudaranya itu kerap dibantah oleh korban, hingga ia diduga depresi dan nekad gantung diri.
Sebelum korban ditemukan gantung diri, sekira pukul 10.00 WIB, ayahnya disuruh ke pasar Sumberejo untuk membeli obat. Sedangkan ibunya disuruh menggilingkan kopi di kios yang tak jauh dari rumahnya.
“Saat ditinggal sendirian dirumah itulah korban melakukan aksi bunuh diri di dapur rumahnya,” jelasnya.
Setelah korban diketahui gantung diri, sontak warga sekitar langsung mendatangi rumah korban, begitupun tim medis dan anggota Polsek Kanor. Setelah berhasil diturunkan, korban langsung dilakukan pemeriksaan tim medis dirumahnya.
“Hasil medis tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan. Korban murni meninggal dunia karena gantung diri,” tagas Mashadi.(rien)