Pemilik Tanah untuk Proyek J-TB Bingung

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa-Timur menunggu tindaklanjut dari hasil inventarisasi tanah yang akan dipakai proyek gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Hingga kini paska pengumuman hasil inventarisir tanah pada Selasa 30 Februari 2015 lalu belum ada pertemuan lagi.   

Pertemuan akhir Februari itu, operator ladang gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), dan tim pengadaan tanah mengumumkan hasil inventarisasi bidang tanah yang bakal terkena pembangunan jalur pipa, fasilitas pengolahan gas, tapak sumur, dan akses jalan J-TB.

Akan tetapi sampai kini belum ada lanjutan pertemuan untuk memusyawarahkan penentuhan harga tanah. Hal ini yang sampai sekarang masih dipertanyakan warga pemilik tanah.

“Sampai saat ini belum ada informasi lagi dari pihak PEPC maupun tim pengadaan tanah, kapan musyawarah penentuhan harga akan dilakukan, Mas,” kata Kepala Desa (Kades) Dolokgede, Nunuk Sri Rahayu kepada Suarabanyuurip.com melalui pesan pendek, Rabu (22/4/2015).

Dia jelaskan, dengan belum adanya kejelasan harga lahan, membuat pemilik tanah merasa digantung. “Kasihan warga menunggu-nunggu belum ada kejelasan. Jadi, seperti terkesan digantung,” ungkapnya menjelaskan.

Baca Juga :   Kontraktor EPC Diminta Taati Andalalin

“Karena belum ada informasi dari PEPC kapan dilakukan musyawarah lanjutan membahas harga lahannya. Membuat saya juga bingung ketika ditanya warga. Karena, mau memberikan keterangan takut dan khawatir salah, Mas,” imbuhnya. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *