SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Ratusan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dievakuasi di dua tempat. Mereka dievakuasi akibat munculnya bau tak sedap menyerupai telur busuk dari sumur Pad A Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Jum’at (24/4/2015), sekira pukul 19.30 WIB.
Dua tempat yang menjadi tempat evakuasi warga adalah Balai Desa Ngampel dan Balai Desa Campurejo. Sebelumnya, warga sempat dievakuasi ke Balai Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas.
Namun karena pada waktu bau muncul angin berhembus kearah selatan dan timur, akhirnya warga dibawa ke Balai Desa Ngampel dan Campurejo.
“Tadi sempat dibawa ke Balai Desa Sambiroto. Kemudian dipindah ke Balai Desa Ngampel dan Campurejo,†kata Kepala Urusan Pembangunan (Bayan) Desa Ngampel, Jaelan ditemui perempatan jalan desa setempat bersama sejumlah perangkat desa lainnya.
Ratusan warga yang dievakuasi itu berasal dari rukun tetatangga (RT) 01 sampai 05 Desa Ngampel. Tempat tinggal mereka berada sebelah selatan sumur Pad A Sukowati.
Hanya saja, pihak pemerintah desa setempat belum bisa memastikan berapa jumlah warganya yang dievakuasi. Namun diperkirakan setiap RT dihuni oleh 40 warga.
“Untuk warga di RT01 sampai 03 semuanya dievakuasi. Karena lokasinya dekat dengan sumur Pad A,†tegas Jaelan.
Sementara itu dari pantauan di lokasi evakuasi, warga tak mendapat penanganan yang serius. Bahkan ketika bau muncul tak semua warga mendapatkan masker. Padahal banyak anak-anak yang dibawa di lokasi evakuasi.
“Hanya dites tensi darah dan dikasih obat sebutir katanya untuk menghilangkan pusing,†sambung Sukran, Warga RT01, RW.02 Desa Ngampel saat ditemui di Balai Desa Campurejo.
Sebagaimana diketahui, bau tak sedap yang berasal dari Sumur Pad A Sukowati sempat membuat panik warga. Mereka berlarian meninggalkan rumahnya karena bau semakin menjadi-jadi. Ditengarai bau menyerupai telur busuk itu merupakan gas H2S.(suko)